FAS LDII Kutosari Tanamkan 29 Karakter Luhur

Kebumen (28/11). PAC LDII Kutosari menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) dan Bazar 2025 di halaman Kantor DPD LDII Kebumen pada Minggu (20/10), bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini bertujuan menanamkan 29 karakter luhur kepada generasi muda, sekaligus memperkuat ukhuwah dan kemandirian ekonomi umat.
Ketua Panitia Syamsul Kurnia Bahari, menyampaikan bahwa FAS bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana pembinaan karakter. “Kegiatan ini merupakan komitmen LDII dalam menumbuhkan karakter seperti Tri Sukses, 6 thobiat luhur, 4 maqodirullah, hingga 29 karakter luhur pada generasi muda,” ujarnya.
Ketua PAC LDII Kutosari Tri Kuncoro, menambahkan bahwa FAS menjadi wadah untuk membentuk karakter generasi penerus agar alim, faqih, dan mandiri. “Dengan menanamkan 29 karakter luhur, kami ingin memastikan generasi muda LDII siap menghadapi tantangan masa depan,” terangnya.
Salah satu pengunjung Tofik Ananto, menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas para pemuda. “Selain bisa menikmati berbagai kuliner lezat, saya juga melihat banyak pemuda menunjukkan bakat dan kreativitasnya dalam berwirausaha,” tuturnya. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut dan melahirkan wirausahawan muda yang unggul.
Acara ini turut dihadiri jajaran pengurus LDII, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan seperti Bripka Isnaini dari Polsek Kebumen dan Koptu Budiono dari Koramil 01 Kebumen. Bripka Isnaini mengingatkan pentingnya bijak dalam bermedia sosial, sementara Koptu Budiono mendorong para peserta untuk mencintai ilmu dan ulama sebagai bekal akhlak mulia.
Festival dimeriahkan penampilan hafalan doa, surat-surat Al-Qur’an, dan cerita Islami dari anak-anak TPQ di bawah naungan LDII. Selain itu, bazar halal ikut digelar, menawarkan kuliner kekinian, kerajinan tangan, hingga layanan barbershop.
Acara ditutup dengan pesan agar kegiatan edukatif dan kolaboratif semacam ini terus diperkuat sebagai bagian dari pembinaan karakter anak dan remaja LDII di Kebumen.
Oleh: M. Fahrudin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
