Sinergi Ketahanan Pangan, LDII dan Polresta Bogor Kota Panen Jagung Bersama di Rancamaya

 

 

Bogor (21/12). Sebagai wujud nyata sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, DPD LDII Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota melaksanakan panen jagung bersama di lahan percontohan pertanian Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (1/10).

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program kolaborasi LDII dan Polresta Bogor Kota dalam pengembangan inovasi pemupukan ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas jagung. Lahan jagung tersebut mulai ditanami pada 7 Juli 2025 dan memasuki masa panen sekitar 75 hari setelah tanam, sesuai dengan varietas jagung manis yang digunakan.

Panen bersama ini dihadiri Ketua DPD LDII Kota Bogor Radjab Tampubolon, didampingi Sekretaris DPD LDII Kota Bogor serta pengurus Bidang Lingkungan, Sosial, dan Daur Ulang Limbah (Lisdal). Dari unsur kepolisian hadir Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polresta Bogor Kota, Kepala Seksi Humas, serta perwakilan Bhabinkamtibmas Kecamatan Bogor Selatan.

Dalam keterangannya, Radjab Tampubolon menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kontribusi nyata LDII dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif. “Kami tidak hanya menanam, tetapi juga mengembangkan inovasi pemupukan untuk meningkatkan produktivitas. Ini merupakan dukungan konkret LDII terhadap tugas kepolisian dalam penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DPD LDII Kota Bogor menerapkan beragam teknik pemupukan pada lahan percontohan tersebut. Selain menggunakan pupuk kimia sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian, LDII juga mengaplikasikan berbagai pupuk alternatif, seperti peningkat pH tanah, pupuk organik padat hasil pengembangan internal, pupuk organik cair berbahan baku susu, serta pupuk BIOSAKA yang berfungsi sebagai elicitor alami untuk meningkatkan daya serap hara tanaman.

“Hasilnya cukup menggembirakan. Tanaman jagung yang menggunakan pupuk organik hasil pengembangan LDII tumbuh lebih cepat dan seragam. Bahkan menjadi petak pertama yang siap panen lebih awal,” jelasnya.

Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, produktivitas jagung mencapai 13,8 ton per hektare. Angka tersebut melampaui rata-rata produktivitas nasional yang berada di kisaran 8,1 ton per hektare dalam kondisi ideal.

Sementara itu, Kasat Binmas Polresta Bogor Kota menyampaikan apresiasi atas peran aktif LDII dalam mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan bersama.

“Kerja sama ini menjadi contoh positif bahwa kolaborasi antara ormas dan kepolisian mampu menghasilkan manfaat konkret. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain,” pungkasnya.

 

 

 

Oleh: Budi Setiadi (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.