Aksi Spontan Tokoh LDII Warnai Pasanggiri PERSINAS ASAD Jambi

Jambi (1/1). Semangat ratusan pesilat cilik memenuhi arena Pasanggiri Wilayah Timur Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Provinsi Jambi, Minggu (21/12). Di tengah seremoni pembukaan, sebuah momen hangat dan spontan datang dari tokoh agama yang hadir.
Dewan Penasihat DPW LDII Jambi Nur Hamid Hadi, secara spontan menginisiasi pemberian doorprize kepada puluhan pesilat cilik yang akan tampil. Aksi tersebut dilakukan saat ia menyampaikan sambutan yang menekankan empat aspek pencak silat, yakni mental spiritual, beladiri, olahraga, dan seni budaya.
Melihat antusiasme serta semangat anak-anak yang akan berlaga, Nur Hamid Hadi merasa tergerak untuk memberikan apresiasi. Didampingi panitia, ia membagikan doorprize secara langsung kepada para pesilat cilik yang menyambutnya dengan wajah penuh kegembiraan. “Ini adalah calon-calon pemimpin masa depan yang perlu terus diarahkan pada hal-hal positif, termasuk pencak silat. Bukan nilainya yang utama, tetapi bentuk penghargaan atas semangat dan latihan keras mereka,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan penonton.
Momen tersebut menjadi penyemangat tambahan dalam Pasanggiri yang digelar di halaman Tri Sukses Boarding School, Jambi Selatan. Kegiatan ini diikuti sekitar 800 atlet dari empat kabupaten dan kota, yakni Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat.
Pasanggiri dibuka secara resmi oleh Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi Wahyudi, yang menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi peserta. “Animo ratusan pesilat ini menunjukkan bahwa pencak silat sebagai warisan budaya bangsa masih tumbuh dan diminati generasi muda,” ungkapnya.
Kolaborasi antara PERSINAS ASAD dan LDII turut menjadi penguat kegiatan ini. Ketua DPW LDII Provinsi Jambi Rahmat Nuruddin, menjelaskan bahwa sinergi tersebut merupakan implementasi dari nota kesepahaman antara DPP LDII dan PB PERSINAS ASAD. “Empat aspek pencak silat yang dikembangkan PERSINAS ASAD sangat sejalan dengan program pembinaan LDII, khususnya dalam penguatan mental dan spiritual. Ini adalah kerja sama yang saling melengkapi,” jelas Rahmat.
Sepanjang pelaksanaan, para pesilat dari berbagai kategori usia menampilkan kemampuan jurus, pola langkah, dan aplikasi beladiri dengan penuh semangat. Kehadiran Ketua Pengprov IPSI Jambi Hasan Basri Harahap, turut menunjukkan dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan pencak silat tradisional.
Pasanggiri ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan kebersamaan. “Kami berkomitmen membina atlet yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga berakhlak mulia. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi semangat anak-anak,” tutup Wahyudi.
Oleh: Abdul Rohman Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
