Gema Anak Sholih, Strategi LDII Tambaksari Perkuat Karakter Santri

Surabaya (1/1). Pengurus Cabang LDII Tambaksari sukses menyelenggarakan kegiatan Gema Anak Sholih (GAS) di Masjid Sabilul Muttaqin, Bronggalan, Surabaya, sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter dan pemahaman agama generasi penerus. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 santri dari berbagai jenjang usia, mulai PAUD hingga pra nikah.
Ketua Pelaksana GAS Rachmat Cahyono, menyampaikan, “Gema Anak Sholih menjadi sarana evaluasi pembelajaran TPQ selama satu tahun. Capaian lomba bukan tolok ukur utama; yang terpenting adalah bagaimana santri mampu menerapkan adab, disiplin, dan akhlakul karimah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.”
Salah satu juri lomba Boby Endi Kurniawan, menilai kegiatan ini penting untuk menumbuhkan semangat santri dan menyalurkan potensi mereka. Peserta lomba video kreatif tingkat pra remaja Achmad Fauzan, mengaku memperoleh pengalaman dan inspirasi dari karya peserta lainnya.
Pengurus PC LDII Tambaksari Moch. Ali Imron, menegaskan, “Gema Anak Sholih merupakan program strategis dalam pembinaan generasi muda. Pembinaan santri tidak hanya berlangsung di ruang belajar, tetapi juga melalui praktik langsung yang membentuk karakter dan mental mereka.”
Acara dikemas dalam bentuk lomba edukatif dan kreatif sesuai tingkat usia peserta. Santri PAUD dan TK mengikuti lomba hafalan doa pendek, praktik wudhu, dan sholat berjamaah. Santri SD kelas 1–3 berlomba tahfidzul Qur’an, mewarnai, serta praktik sholat berjamaah, sementara SD kelas 4–6 mengikuti lomba tahfidzul Qur’an, adzan, dan cerdas cermat keislaman. Jenjang SMP mengikuti lomba tahfidz, poster digital dakwah, dan MC Islami, sedangkan santri SMA dan pra remaja mengikuti lomba video kreatif Islami, penyampaian nasihat, serta bazar sebagai sarana pembelajaran kemandirian dan kewirausahaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen LDII dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Oleh: Yessy Sy (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
