GENSAPA 2025, LDII Pondok Labu Perkuat Karakter dan Ukhuwah Generasi Muda

Jakarta Selatan (1/1). Generasi muda LDII di bawah naungan PAC LDII Kelurahan Pondok Labu menggelar kegiatan tahunan “Outing & Camping CAI (Cinta Alam Indonesia) – GENSAPA 2025” pada Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Villa Jati Mas Hijau dan diikuti puluhan pemuda-pemudi LDII Pondok Labu.

Dewan Penasihat PC LDII Cilandak mengapresiasi pelaksanaan GENSAPA 2025 sebagai sarana pembinaan generasi muda. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi bagian dari pembentukan karakter pemuda agar memiliki pondasi agama yang kuat dan berakhlak mulia. Menurutnya, pembinaan generus merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

Ketua PAC LDII Pondok Labu Hasbi Muhti, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penyatuan visi pembinaan pemuda dari seluruh masjid LDII di wilayah Pondok Labu. Ia menekankan pentingnya sinergi agar generus memiliki satu arah dan satu tujuan dalam pengembangan diri. “Melalui GENSAPA 2025, kami berharap lahir generasi yang berakhlak luhur, mandiri, dan siap berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.

Sejak hari pertama, peserta dilatih disiplin, dimulai dari persiapan keberangkatan pada pagi hari. Selain materi pembinaan, kegiatan juga diisi dengan kebersamaan seperti makan malam bersama dan pelaksanaan salat malam berjamaah. Pada hari kedua, acara ditutup dengan kegiatan outbound dan sesi evaluasi, yang bertujuan melatih kerja sama tim dan kepemimpinan.

Mengusung tema “Generus Satu Asa Penuh Akhlak”, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ukhuwah, membangun karakter, serta menumbuhkan kemandirian generasi penerus. Rangkaian acara dirancang menyeimbangkan pembinaan spiritual, penguatan kepribadian, dan kebersamaan melalui diskusi, sharing tim, serta kegiatan luar ruang.

Melalui kegiatan ini, generasi muda LDII Pondok Labu diharapkan mampu membawa semangat kebersamaan dan nilai-nilai positif ke lingkungan masing-masing serta menjadi teladan bagi pemuda di wilayah Jakarta Selatan.

Oleh: Hasbi (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.