Jelang Festival Anak Sholeh, DPD LDII Sarolangun Bekali Dewan Juri dengan Briefing Teknis
Sarolangun (1/1). Menjelang pelaksanaan Festival Anak Sholeh, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun menggelar rapat koordinasi dan briefing teknis bagi dewan juri. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari, pada Sabtu malam (29/11).
Ketua Panitia Festival Anak Sholeh Hidayat, menegaskan bahwa briefing tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan memastikan objektivitas penilaian selama perlombaan berlangsung. “Tujuannya adalah memberikan informasi dan petunjuk teknis penilaian yang jelas kepada para juri. Dengan demikian, penilaian dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan hasilnya maksimal,” ujar Hidayat saat membuka kegiatan.
Ia menekankan bahwa kredibilitas dewan juri menjadi faktor utama keberhasilan sebuah perlombaan. Penilaian yang berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP), menurutnya, akan menghasilkan keputusan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami mengupayakan agar para juri bertugas sesuai arahan yang diberikan. Dengan begitu, hasil penilaian akan berkualitas dan tujuan lomba untuk menemukan peserta terbaik dapat tercapai,” jelasnya.
Hidayat juga berharap para juri dapat menjaga profesionalitas dan menjunjung tinggi prinsip keadilan selama menjalankan tugas. “Kami berharap para juri bisa profesional dan tidak tebang pilih. Prinsip keadilan harus diutamakan agar peserta yang menang benar-benar yang terbaik dari segi kemampuan,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis penjurian oleh panitia Hariyono. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci kategori perlombaan serta mekanisme penilaian untuk masing-masing cabang. “Kami jelaskan secara mendetail agar para juri memiliki pedoman yang sama dalam menilai dan memberikan skor berdasarkan kriteria yang telah disepakati bersama,” kata Hariyono.
Ia menambahkan bahwa sistem penilaian menggunakan skala maksimal 100 sebagai acuan baku. “Nilai tertinggi yang digunakan dalam sistem penilaian adalah 100. Ini menjadi standar untuk seluruh kategori lomba,” jelasnya.
Melalui koordinasi yang matang ini, panitia berkomitmen menyelenggarakan Festival Anak Sholeh yang tidak hanya meriah, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas. “Dengan briefing juri ini, kami berupaya memberikan yang terbaik demi kesuksesan Festival Anak Sholeh,” tutup Hariyono.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dewan juri dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Singkut dan PC LDII Kecamatan Mandi Angin yang akan bertugas dalam proses penilaian festival.
Oleh: Abdul Rohman Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
