Pengajian Akhir Tahun LDII Pondok Labu

Jakarta (2/1). Menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026, generasi muda LDII Pondok Labu memilih mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih bermakna. Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pondok Labu bersama DKM Masjid Baiturrahim menggelar Pengajian Akhir Tahun 2025, sebuah tradisi tahunan yang tahun ini diikuti puluhan peserta dari usia sekolah dasar hingga pra-nikah.

Kegiatan berlangsung mulai Rabu malam, 31 Desember 2025, selepas salat Isya hingga Kamis pagi, 1 Januari 2026, bertempat di Masjid Baiturrahim, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Tujuan utama acara ini adalah memberi alternatif positif bagi generasi muda agar terhindar dari euforia perayaan tahun baru yang kerap berlebihan. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Pengajian dibuka dengan penyampaian materi agama oleh mubaligh muda dan senior. Salah satunya, Mas Candra, yang memberikan refleksi akhir tahun dan ajakan memperbaiki diri. Seusai penyampaian materi, panitia menghadirkan sesi ice breaking dan permainan keakraban untuk mencairkan suasana.

Malam semakin meriah ketika peserta bergotong-royong menyiapkan ayam dan ikan bakar dalam sesi “Bakar-bakar dan Makan Bersama”. Hidangan es buah menambah suasana hangat dan akrab di pelataran masjid. Usai istirahat, peserta kembali berkumpul untuk salat Tahajud berjamaah, doa malam, dan salat Subuh.

Keesokan paginya, masjid kembali dipenuhi aktivitas. Peserta mendapat nasihat dari Bapak Tommy dan Bapak Yai Arif sebelum menyantap bubur kacang hijau. Setelah itu, kegiatan dibagi dua: peserta pria mengikuti turnamen sepak bola Trofeo Cup Pondok Labu, sementara peserta wanita mengikuti senam pagi bersama.

Ketua PAC LDII Pondok Labu, Hasbi Muhti, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk komitmen organisasi dalam menjaga generasi muda. “Daripada hura-hura di jalan, kami arahkan mereka ke masjid untuk mengaji, memperkuat kerukunan, dan membangun karakter religius,” ujarnya. Ia juga menilai keterlibatan peserta lintas usia sebagai modal penting bagi masa depan LDII Pondok Labu.

Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan masjid secara gotong royong, mencerminkan nilai kemandirian dan kepedulian lingkungan yang selama ini ditanamkan kepada warga LDII.

Oleh: Hasbi (contributor) / Wafdulloh Faqih (rewriter) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.