Wali Kota Bekasi Resmikan Gedung SMA Al-Mukmin Boarding School

Bekasi (1/1). SMA Al-Mukmin Boarding School Bekasi menggelar kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa yang dirangkaikan dengan peresmian gedung sekolah, Selasa (23/12). Kegiatan ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan berbasis karakter dan kepedulian sosial.
Tri Adhianto menyampaikan bahwa keberadaan SMA Al-Mukmin Boarding School merupakan aset penting bagi Pemerintah Kota Bekasi sekaligus alternatif pendidikan bermutu bagi masyarakat. Menurutnya, sistem boarding school sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini. “Sistem boarding school menjadi pilihan strategis karena mampu membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta akhlak anak melalui pola pendidikan yang terintegrasi antara akademik dan pembinaan lingkungan,” ujar Tri Adhianto.
Ia berharap peresmian gedung sekolah ini dapat menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Bekasi Ary Widjanarko, menyampaikan rasa syukur atas berdirinya sekolah sekaligus terlaksananya kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen LDII dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, mandiri, profesional, religius, dan berkarakter. “Pendidikan berbasis agama dan kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan. Melalui pendidikan yang baik dan perhatian sosial, kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam beragama,” ujarnya.
Ary Widjanarko menambahkan, DPD LDII Kota Bekasi terus berkomitmen mengembangkan program-program pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus LDII, pengelola sekolah, tokoh masyarakat, serta para penerima santunan. Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah dalam membangun generasi masa depan yang berkarakter dan peduli sesama.
Oleh: ananto (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
