LDII Pasir Putih Khatam Thoharoh, Teguhkan Pemahaman Fikih Bersuci

Jambi (1/1). Suasana hangat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan Khataman Al-Hadits Kitab Thoharoh yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Barokah, Kamis (27/11).
Pengajian penutup disampaikan oleh Nanang Nurhida dari Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII Provinsi Jambi, yang membahas bab nifas. Ia menegaskan pentingnya pemahaman batasan nifas dalam praktik ibadah kaum perempuan. “Batas akhir perempuan dikatakan nifas adalah 40 hari. Jika melebihi batas tersebut, maka wajib melaksanakan shalat. Memahami ilmu ini bagian dari menyempurnakan agama seorang muslimah agar ibadahnya sah dan diridhai Allah SWT,” jelas Ustaz Nanang di hadapan jamaah.
Kegiatan ini diikuti ratusan jamaah dengan latar usia yang beragam, mulai dari generasi praremaja hingga lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran warga akan pentingnya pemahaman fikih thaharah dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup rangkaian acara, Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Jambi Nurhamid Hadi memberikan tausiyah tentang keutamaan menuntut ilmu. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim.
“Setelah mengkaji dan mengkhatamkan Thoharoh, saya berharap warga LDII Pasir Putih semakin peduli dan paham terhadap hukum suci dan najis. Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Nurhamid.
Sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan diakhiri dengan makan bersama berupa bakso dan es sirup yang disiapkan panitia. Khataman ini menjadi puncak dari rangkaian pengajian fikih thaharah yang telah dilaksanakan secara rutin selama lima bulan. Kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen LDII dalam memperdalam pemahaman hukum bersuci sebagai fondasi sahnya ibadah.
Melalui kegiatan ini, PAC LDII Pasir Putih berharap kajian keilmuan tidak berhenti pada Kitab Thoharoh, tetapi terus berlanjut ke kitab-kitab lainnya, guna membentuk masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia, dimulai dari pemahaman bersuci yang benar sebagai dasar ibadah yang sah.
Oleh: Abdul Rohman Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
