Pasanggiri VII PERSINAS ASAD Putri Kota Bogor Perkuat Pelestarian Budaya dan Pembinaan Karakter Generasi Muda

Bogor (2/1). PERSINAS ASAD Kota Bogor menggelar Pasanggiri VII PERSINAS ASAD Putri Kota Bogor sebagai bagian dari program kerja tahun 2025, Minggu (2/11), di Padepokan PERSINAS ASAD Kota Bogor. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 17.00 WIB ini diikuti pesilat putri dari berbagai wilayah di Kota Bogor dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun pendukung.

Ketua Pengurus Kota (Pengkot) PERSINAS ASAD Kota Bogor Agus Widodo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga warisan budaya bangsa sekaligus membentuk karakter pesilat. “Pasanggiri ini merupakan bagian dari program kerja PERSINAS ASAD Kota Bogor tahun 2025. Tujuannya tidak hanya melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa, tetapi juga menumbuhkan sportivitas, rasa percaya diri, serta pembinaan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencak silat memiliki nilai luhur yang relevan dengan pembinaan kepribadian. “Melalui pembinaan bela diri, kami juga menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat persaudaraan. Ini sekaligus menjadi bentuk pengamanan mandiri yang positif bagi para pesilat,” jelasnya.

Sepanjang kegiatan, para pesilat putri menampilkan kemampuan teknik, ketepatan gerak, serta penghayatan nilai-nilai pencak silat. Selain menjadi ajang kompetisi, Pasanggiri ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pembelajaran antargenerasi.

Pasanggiri ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pelestarian seni bela diri tradisional pencak silat, khususnya bagi generasi muda perempuan. Para peserta terbagi dalam beberapa kategori usia, yakni Usia Dini, Praremaja, Remaja–Dewasa, Pembina, dan Istimewa.

Dengan terselenggaranya Pasanggiri VII PERSINAS ASAD Putri Kota Bogor, PERSINAS ASAD berharap semangat pelestarian budaya dan pembinaan karakter terus tumbuh di kalangan generasi muda. Pencak silat tidak hanya diposisikan sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai sarana membentuk kepribadian luhur dan memperkuat persatuan.

Oleh: Budi Setiadi (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.