Bahas Pengembangan SDM, LDII Bungo Jalin Silaturahmi dengan Wakil Bupati

Bungo (6/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bungo menjalin silaturahmi dengan Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, di Kantor Wakil Bupati, Kamis (28/11). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang pendidikan.
Rombongan LDII yang dipimpin Ketua DPD LDII Bungo Darto, menyampaikan rencana pengembangan fasilitas pendidikan milik LDII, yakni SD dan TK Darul Falah, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi cerdas dan berakhlak mulia. “Kami meyakini pembentukan karakter harus dimulai sejak usia dini. Pembangunan SD dan TK Darul Falah ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang memiliki iman, ilmu, dan amal,” ujar Darto.
Ia menegaskan, LDII berkomitmen menghadirkan lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi sholih dan sholihah yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan daerah.
Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai LDII sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas pendidikan dan karakter generasi muda. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif organisasi kemasyarakatan seperti LDII sangat kami hargai. Program pengembangan SD dan TK Darul Falah ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bungo dalam meningkatkan kualitas manusia,” kata Tri Wahyu.
Ia berharap, lembaga pendidikan yang dikembangkan LDII dapat menjadi model pendidikan berkarakter serta melahirkan calon pemimpin masa depan Bungo yang unggul dan berakhlak.
Selain membahas pendidikan, pertemuan tersebut juga membuka ruang diskusi kerja sama di bidang sosial, pemberdayaan ekonomi umat, dan pembinaan kepemudaan. Kedua pihak sepakat untuk menjaga komunikasi berkelanjutan guna merealisasikan program-program kolaboratif ke depan.
Silaturahmi ini merupakan komitmen LDII Bungo dalam mendukung pembangunan daerah melalui dakwah berbasis aksi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan demi kemajuan Kabupaten Bungo.
Oleh: Abdul Rohman Sholeh (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
