Kartono Raih Apresiasi Penyuluh Pertanian Inovatif, Komitmen Warga LDII Majukan Ketahanan Pangan Lamongan

 

Lamongan (6/1). Kiprah penyuluh pertanian asal Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Wakil Sekretaris DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lamongan, Kartono, menerima apresiasi sebagai Penyuluh Pertanian Inovatif dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Temu Wicara Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan, Senin (17/11). Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi para pelaku pertanian yang terus berinovasi dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pertanian yang berperan besar menjaga ketahanan pangan di Lamongan.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Lamongan, terkhusus para petani, penyuluh, peneliti, Dinas Pertanian, camat, stakeholder, dan semua yang terlibat dalam sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan solidaritas seluruh elemen untuk mendorong hasil pertanian yang semakin optimal. Saat ini, Kabupaten Lamongan tercatat memiliki capaian luas tanam mencapai 67 persen pada November, yang menunjukkan kemajuan signifikan sektor pertanian daerah.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Lamongan, Agus Yudi, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas penghargaan yang diterima Kartono. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kontribusi nyata warga LDII Lamongan dalam mendukung pengembangan pangan dan pertanian.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa LDII Lamongan aktif berkontribusi dalam bidang pangan dan pertanian, yang merupakan salah satu program prioritas dalam 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemuda LDII Lamongan juga aktif mengadakan berbagai pelatihan pertanian modern bagi generasi muda, seperti kegiatan Tanam Akrab di Glagah dan pelatihan hidroponik di Sugio. Dalam sejumlah kegiatan tersebut, Kartono turut berperan sebagai narasumber.

Kartono sendiri dikenal sebagai sosok yang konsisten berinovasi di bidang pertanian. Sebelumnya, ia pernah meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Inovasi Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian pada 2014, Penyuluh Pertanian Teladan Kabupaten Lamongan 2015, serta Juara II Karya Tulis Perkoperasian 2016.

Selain itu, Kartono aktif menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan pertanian, di antaranya pelatihan pembuatan pupuk organik, hidroponik, pembuatan asap cair, pengemasan produk pertanian, budidaya sayuran di pekarangan (urban farming), hingga pembuatan olahan herbal instan.

Penghargaan yang diraih Kartono ini semakin menegaskan dedikasinya dalam memajukan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.

 

 

 

Oleh: Istiyan Zuhri (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.