LDII Banten Gelar Pelatihan Public Speaking, Generasi Muda Praktik Langsung di Hadapan Publik

 

——————–

Serang (5/1). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten menggelar Pelatihan Public Speaking di Gedung LDII Banten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada Minggu (5/10). Kegiatan ini diikuti oleh 80 generasi muda perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII se-Banten.

Pelatihan tersebut menghadirkan Wawan Gunawan sebagai pemateri. Materi disampaikan secara terstruktur dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi peserta, khususnya dalam berbicara di depan umum dan menjadi pembawa acara yang efektif.

Sekretaris DPW LDII Banten, Kabid Bagaskara, yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk mengasah kualitas komunikasi generasi muda LDII. Menurutnya, kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan pendukung dakwah dan kepemimpinan di era modern.

Dalam pemaparannya, Wawan menjelaskan bahwa sebelum tampil di depan umum, seorang pembicara harus memahami dirinya sendiri. Ia menekankan tiga aspek utama yang harus dimiliki agar mampu memukau audiens, yakni percaya diri (confidence), isi materi (content), dan cara penyampaian (delivery).

“Dengan mempelajari tiga pilar tersebut secara mendalam, pembicara akan mampu tampil berkesinambungan dalam menyajikan materi di hadapan khalayak,” ujar Wawan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini hanya mampu menyampaikan sekitar 10 persen ilmu, sementara 90 persen sisanya harus diaplikasikan langsung oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengetahuan baru menuntut peserta untuk beradaptasi agar dapat menyampaikan pesan dengan lebih baik dan efektif.

Selain itu, peserta dibekali teknik menjadi pembicara yang unggul melalui penggunaan bahasa, gestur tubuh, serta penguasaan konsep why (mengapa), what (apa), dan how (bagaimana). Wawan juga membahas keterampilan menjadi pembawa acara dengan penekanan pada pengaturan intonasi suara, mulai dari tinggi, sedang, hingga rendah, agar pesan dapat tersampaikan secara optimal.

Sebagai bentuk praktik langsung, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan diminta memperkenalkan diri di hadapan kelompok masing-masing. Selanjutnya, satu orang perwakilan dari setiap kelompok ditunjuk sebagai ketua untuk menyampaikan materi hasil diskusi bersama di hadapan seluruh peserta.

Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada ketua kelompok yang dinilai berhasil menyampaikan materi dengan baik, menerapkan konsep why, what, dan how, serta menampilkan intonasi dan bahasa tubuh sesuai dengan materi yang diajarkan.

Melalui pelatihan ini, DPW LDII Banten berharap generasi muda semakin percaya diri, terampil berkomunikasi, dan mampu menjadi duta dakwah yang santun serta profesional di tengah masyarakat.

 

 

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.