LDII Lampung Silaturahim ke MUI, Bahas Nasionalisme dalam Dakwah

Bandar Lampung (6/1). DPW LDII Provinsi Lampung melakukan silaturahim ke kediaman Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Rabu sore (31/12). Kunjungan tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antarulama, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam penguatan dakwah berwawasan kebangsaan.
Silaturahim ini juga sekaligus mendampingi Ahmad Ali, dosen pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, yang tengah menyusun buku tentang LDII dengan fokus nasionalisme dan peran dakwah di masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Ali menggali pandangan Ketua Umum MUI Lampung Moh. Mukri mengenai nasionalisme dalam perspektif Islam. Mukri menegaskan bahwa cinta tanah air memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam dan sejalan dengan nilai-nilai keimanan. “Hubbul wathan minal iman—cinta tanah air adalah bagian dari iman. Nasionalisme dan keislaman, bukan dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk LDII, dalam membumikan nilai nasionalisme melalui dakwah yang inklusif dan moderat. “Dengan jaringan yang luas, LDII memiliki potensi besar untuk menghadirkan dakwah yang manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tutur Dewan Pertimbangan MUI itu.
Pada kesempatan tersebut, DPW LDII Lampung menyerahkan laporan hasil Musyawarah Wilayah, kalender kegiatan 2026, serta majalah yang memuat dokumentasi aktivitas LDII di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Sebagai balasan, Ketua Umum MUI Lampung memberikan buku biografi yang memuat perjalanan hidup dan pemikirannya.
Menjelang akhir pertemuan, rombongan DPW LDII Lampung turut menyampaikan doa dan harapan agar sinergi antarormas Islam terus terjalin dalam membangun dakwah yang mencerahkan, moderat, dan berwawasan kebangsaan. Kegiatan silaturahim ini menjadi kolaborasi ulama, cendekiawan, dan aktivis dakwah dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
