LDII Papua Barat Ucapkan Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah, Mercusuar Pencerahan Bangsa

 

Manokwari (7/1). Keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua Barat mengucapkan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah yang diperingati pada 18 November 2025 atau bertepatan dengan 27 Jumadil Awal 1447 H.

Ucapan tersebut disampaikan Ketua LDII Papua Barat, Suroto, saat memimpin rapat persiapan peneropongan pergantian bulan Hijriah. Ia menegaskan bahwa selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah menjadi mercusuar pencerahan yang berkontribusi besar dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan bangsa.

“Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah menjadi mercusuar pencerahan yang membantu memajukan pendidikan generasi muda bangsa. Hal ini telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa, sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini. Muhammadiyah bukan hanya karya anak bangsa, tetapi juga inspirasi bagi kita semua,” ujar Suroto.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 H di Kampung Kauman, Yogyakarta. Organisasi tersebut lahir sebagai respons terhadap kondisi umat Islam yang mengalami kemunduran, khususnya pada masa kolonial.

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah bertujuan memurnikan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Hadist, sekaligus mencerdaskan umat melalui pembaruan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Salah satu langkah awalnya adalah mendirikan sekolah modern yang mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum.

Milad ke-113 Muhammadiyah tahun ini mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Menurut Suroto, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan zaman dan menjadi wujud nyata kontribusi Muhammadiyah dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.

Suroto juga menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah melalui pendirian lembaga pendidikan dan kesehatan telah memberikan manfaat luas bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga LDII. “Keberadaan lembaga-lembaga tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, ia mengapresiasi terjalinnya komunikasi yang baik antara tokoh-tokoh Muhammadiyah dan LDII di Papua Barat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta memperluas ruang kebersamaan dalam membangun umat, khususnya bagi saudara-saudara muslim di Papua.

“Semoga hubungan baik ini terus terjalin dan semakin menguat di masa mendatang,” pungkas Suroto.

 

 

 

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.