PWNU Lampung: Keberagaman Ormas Justru Perkuat Persatuan Umat

Tulang Bawang (7/1). Jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Lampung mendampingi cendekiawan Muslim dan dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta, Ahmad Ali, bersilaturahim dengan Rais Syuriah PWNU Lampung, Shodiqul Amin, di Pondok Pesantren Darul Islah, Tulang Bawang, Kamis (1/1).
Silaturahim tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Ahmad Ali di Provinsi Lampung dalam rangka riset penulisan buku ketiganya tentang LDII. Buku itu mengkaji nasionalisme dan dakwah LDII dari perspektif tokoh-tokoh di luar LDII. “Saya ingin menghadirkan pandangan yang objektif dan komprehensif tentang peran LDII di tengah masyarakat, khususnya dalam konteks kebangsaan dan dakwah,” ujar Ahmad Ali.
Dalam sambutannya, Shodiqul Amin menyambut baik silaturahim tersebut dan menegaskan pentingnya persaudaraan antarormas Islam. Menurutnya, harmoni umat hanya dapat terjaga apabila tiga bentuk ukhuwah berjalan seiring. “Ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah harus dijaga bersama agar kehidupan beragama dan berbangsa tetap harmonis,” katanya.
Ia juga menilai keberagaman organisasi Islam justru menjadi kekuatan. “Banyak ormas tidak akan memecah umat. Justru itu menjadi proses kaderisasi yang penting bagi keberlanjutan umat, agama, dan bangsa,” ujarnya. Dalam kehidupan sosial, ia menekankan pentingnya nilai kemanusiaan. “Dalam hubungan antarmanusia, jangan melihat perbedaan keyakinan, tetapi lihatlah bahwa kita sama-sama manusia,” tambahnya.
Terkait pengelolaan organisasi, Shodiqul Amin menegaskan pentingnya ketaatan pada AD/ART. Ia menyebut perbedaan pendapat sebagai hal wajar yang harus diselesaikan melalui musyawarah dan kerja sama. “Saya mengenal LDII dengan baik dan pada prinsipnya bisa bekerja sama dengan siapa pun dalam kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sebagai penutup, DPW LDII Provinsi Lampung menyerahkan laporan hasil Musyawarah Wilayah VIII LDII Lampung, majalah Nuansa, serta kalender LDII 2026. Pada kesempatan yang sama, Ahmad Ali menyerahkan buku karyanya berjudul Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII: Dari Amal Saleh hingga Kemandirian sebagai simbol pertukaran gagasan dan penguatan sinergi.
Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
