MTQ IV Kabupaten Kaimana 2025 Digelar, LDII Ucapkan Selamat dan Sukses
Kaimana (7/1). Pemerintah Kabupaten Kaimana menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) IV tingkat Kabupaten Kaimana Tahun 2025. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kaimana Hasan Achmad, pada Kamis (9/10), bertempat di Gedung Pertemuan Krooy.
MTQ IV Kabupaten Kaimana diikuti oleh 288 peserta yang tergabung dalam tujuh kafilah dari seluruh distrik se-Kabupaten Kaimana. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober 2025.
Mengusung tema “Wujudkan Insan Qur’ani Menuju Generasi Kaimana yang Cerdas dan Berakhlak Mulia”, Bupati Hasan Achmad menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai dasar dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berperadaban.
“Tema ini sangat dalam maknanya, karena mengandung pesan bagaimana menjadikan generasi Qur’ani, yaitu generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan pedoman hidup dalam setiap aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun kemasyarakatan,” ujarnya.
Pembukaan MTQ tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, para pemangku kepentingan, serta organisasi kemasyarakatan Islam. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kaimana turut hadir yang diwakili Sekretaris LDII Kaimana, Fahmi Risdan Abdilah.
Sementara itu, Ketua LDII Kabupaten Kaimana, Sunarto Suratman, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya MTQ IV Kabupaten Kaimana. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an, sekaligus menjadi ajang perkaderan generasi penerus bangsa agar memahami dan mencintai Al-Qur’an sejak dini.
“MTQ ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat generasi muda untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya dalam membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an, LDII Kaimana secara konsisten melakukan pembinaan Al-Qur’an di masjid-masjid dan TPA/TPQ yang berada di bawah naungannya. Pembinaan tersebut meliputi pembelajaran membaca Al-Qur’an, hafalan doa-doa, serta pendidikan keagamaan lainnya.
“Kegiatan pembinaan dilaksanakan setiap hari setelah salat Asar hingga menjelang Magrib, kecuali hari Ahad. Ini merupakan ikhtiar LDII dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” pungkas Fahmi.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
