PWM Lampung Nilai Komunikasi Publik Penting untuk Peran Dakwah LDII

 

Bandar Lampung (7/1). Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung mendorong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk terus mengomunikasikan peran dakwah, karya, dan kontribusinya kepada masyarakat luas. Upaya tersebut dinilai penting agar kiprah organisasi dapat dipahami secara terbuka dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Ketua PWM Lampung Sudarman, saat menerima silaturahim pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung di Kantor PWM Lampung, Jumat (2/1). “Setiap sesuatu yang baru biasanya dianggap asing. Karena itu, LDII perlu terus memberikan informasi kepada masyarakat. Karya dan kontribusinya harus dikomunikasikan secara konsisten,” ujar Sudarman.

Ia menilai, sebagai organisasi yang lahir setelah Muhammadiyah dan sejumlah ormas Islam besar lainnya, LDII memiliki tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat komunikasi publik terkait aktivitas dakwah dan pengabdiannya di tengah masyarakat.

Silaturahim tersebut merupakan bagian dari kunjungan Ahmad Ali, dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta, ke Provinsi Lampung dalam rangka riset penulisan buku tentang nasionalisme dan peran dakwah LDII. Ia menyebut pandangan tokoh Muhammadiyah penting untuk memperkaya perspektif penelitiannya.

Dalam pertemuan itu, Sudarman juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan LDII di berbagai bidang strategis. “Kami terbuka untuk berkolaborasi, baik di bidang pendidikan, ekonomi umat, maupun isu lingkungan. Semua itu penting untuk kemaslahatan bersama,” katanya.

Menurut Sudarman, LDII memiliki jaringan organisasi yang luas hingga tingkat bawah dan menunjukkan konsistensi dalam dakwah. Hal tersebut dinilai menjadi modal penting bagi LDII dalam menjalankan peran keumatan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan di masyarakat.

Ketua DPW LDII Lampung Aditya, menyambut baik dorongan dan apresiasi dari PWM Lampung. Ia menegaskan bahwa LDII berkomitmen terus memperkuat komunikasi, sinergi, dan kerja sama lintas organisasi demi terciptanya kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di Lampung.

Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.