Warga LDII Sarolangun Tanamkan Kemandirian Anak Sejak Dini Lewat Teladan Berwirausaha

Sarolangun (7/1). Menanamkan nilai kemandirian pada anak tidak harus menunggu usia dewasa. Prinsip tersebut diterapkan Murnia Anggia, seorang ibu rumah tangga warga LDII Sarolangun, yang aktif memberikan teladan langsung tentang arti kemandirian kepada anak-anaknya.
Aksi nyata tersebut terlihat pada Minggu pagi (12/10) saat berlangsung pengajian mubaligh tingkat PC LDII Sarolangun. Dalam kegiatan tersebut, Anggia tampak bersama anak-anaknya menjajakan aneka makanan, seperti sempol ayam, sosis, dan berbagai jajanan lainnya.
Saat ditemui, Anggia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi kemandirian yang sengaja ia tanamkan sejak dini agar anak-anak tidak selalu bergantung kepada orang tua.
“Saya yakin, bahwa pembiasaan sejak dini akan membentuk mentalitas yang tangguh. Kalau dari usia dini sudah kita ajari, insya Allah ke depannya mereka tidak akan malu dan sudah terbiasa dengan aktivitas berjualan,” jelas Anggia.
Wanita yang akrab disapa Anggia itu menekankan pentingnya peran orang tua dalam membiasakan sikap mandiri kepada putra-putrinya. Menurutnya, pembiasaan yang konsisten akan menjadi bekal berharga bagi anak di masa depan.
“Kalau mulai sekarang kita sebagai orang tua mau mengajari anak-anak tentang kemandirian, di manapun mereka berada nanti, mereka bisa mempraktikkan apa yang kita ajarkan,” tegasnya.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pengurus LDII. Mustofa, pengurus bidang Kemandirian Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII setempat, menilai langkah yang dilakukan Anggia sangat positif dan patut dicontoh.
“Ini merupakan langkah yang bagus dan perlu terus diimplementasikan kepada generasi muda LDII, agar mereka memiliki mental kemandirian yang kuat,” pungkas Mustofa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menginspirasi warga LDII lainnya untuk turut berperan aktif dalam membentuk karakter, kemandirian, dan jiwa wirausaha anak sejak dini.
Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
