Kediri (9/1). LDII Kota Kediri menghadiri kegiatan Refleksi Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang diselenggarakan Karang Taruna Kecamatan Pesantren, bertempat di Aula Kecamatan Pesantren, Selasa (28/10). Acara tersebut menghadirkan Sekretaris DPD KNPI Kota Kediri, Bagus Wibowo, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Bagus menekankan bahwa peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya bersuara lantang, tetapi harus menunjukkan kontribusi nyata bagi lingkungannya.
“Pemuda harus bergerak dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan hanya menjadi penonton perubahan. Ide, karya, dan aksi itu lahir dari keaktifan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa suara keras tanpa arah justru membuat citra pemuda menjadi negatif dan dianggap tidak beretika.
Bagus menguraikan tiga hal penting yang perlu dimiliki generasi muda agar mampu menjadi agen perubahan. Pertama, aktif mengikuti kegiatan positif baik organisasi maupun komunitas. Kedua, memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat melalui aktivitas sederhana seperti kerja bakti atau membantu tetangga. Ketiga, pemuda harus memiliki adab dan ilmu agar tidak mudah terpengaruh derasnya arus informasi.
“Adab adalah dasar dari segala ilmu. Dengan ilmu, Allah mengangkat derajat kita. Pemuda beradab dan berilmu akan menjadi pemimpin yang membawa kemajuan,” tambahnya.
Perwakilan Pemuda LDII Kediri, Adam Syaifulloh, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diterapkan dalam tindakan kecil yang konsisten. “Kita tidak perlu menunggu momentum besar untuk bergerak. Mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri, dari lingkungan sekitar. Itulah cara memaknai Sumpah Pemuda di era modern,” ujarnya.