Pemkab Serang Dorong Kerja Sama Pengelolaan Sampah dengan LDII

Serang (8/1). Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Serang, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, saat menerima audiensi jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Serang di Pendopo Setda Kabupaten Serang, Senin (17/11).

Audiensi tersebut membahas sinergi program pengabdian LDII dengan Pemerintah Kabupaten Serang, termasuk dukungan terhadap pembangunan daerah. Ketua LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara, menyampaikan kesiapan LDII untuk mendukung program pemerintah melalui delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa yang dinilai selaras dengan program Asta Cita pemerintah pusat. “Delapan klaster pengabdian LDII ini sudah berjalan sejak lama dan sejalan dengan Asta Cita pemerintah. Bahkan saat Rakernas LDII, Presiden juga mengetahui program ini,” ujarnya.

Kabid menjelaskan, selain delapan klaster pengabdian, LDII Kabupaten Serang juga telah menjalankan sejumlah program pendukung, di antaranya cek kesehatan gratis bagi warga, pembinaan generasi muda melalui 29 karakter luhur, serta program Zero Waste untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan pondok pesantren binaan LDII.

Ia berharap audiensi tersebut dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara LDII dan Pemerintah Kabupaten Serang. “Kami berharap sinergi ini semakin erat dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kabid juga mengundang Bupati Serang untuk menghadiri pengajian akbar LDII Kabupaten Serang sebagai ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan.

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyambut baik dan mengapresiasi kontribusi LDII. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran organisasi kemasyarakatan seperti LDII sangat penting dalam menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Ratu juga menyoroti praktik kebersihan di lingkungan LDII yang dinilainya patut menjadi contoh. Ia membuka peluang kerja sama, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis program Zero Waste. “Kami berharap ke depan pemerintah dan LDII bisa berjalan beriringan, saling mendukung dalam merealisasikan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Oleh: Bung Pream (contributor) / Noni Mudjiani (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.