Kediri (9/1). LDII Kota Kediri turut memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 yang tahun ini mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi untuk memperkuat semangat persatuan, kreativitas, dan kolaborasi di tengah tantangan global serta kemajuan teknologi yang semakin cepat.
Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menegaskan bahwa pemuda masa kini tidak hanya dituntut mencintai tanah air, tetapi juga menjadi inovator dan pelopor perubahan. “Pemuda hari ini harus mampu berkarya dan menjadi agen transformasi. Sumpah Pemuda adalah simbol komitmen untuk bersatu dan bekerja keras membangun Indonesia yang maju dan berkeadilan,” ujarnya.
Asyhari berharap peringatan HSP menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa Sumpah Pemuda 1928 menjadi tonggak kesadaran kolektif para pemuda akan pentingnya persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa. “Toleransi adalah fondasi utama dalam merajut persatuan di tengah perbedaan suku, budaya, agama, dan bahasa. Semangat itu menjadi kekuatan sosial dan budaya hingga terwujudnya kemerdekaan 1945,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus dipahami bukan hanya sebagai seruan heroik, tetapi sebagai visi besar mengenai masa depan bangsa. “Para pemuda 1928 tidak hanya berteriak tentang persatuan, tetapi memikirkan bagaimana menjaga harmoni dalam keberagaman. Itulah implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.
Memasuki hampir satu abad Sumpah Pemuda, Asyhari menilai nilai-nilainya tetap relevan. Pemuda masa kini dihadapkan pada derasnya arus globalisasi dan informasi, sehingga dituntut semakin cerdas dan selektif dalam menyikapi perubahan.
“Tantangan kita memang berbeda dengan generasi 1928, tetapi semangatnya sama. Nasionalisme, wawasan kebangsaan, bela negara, dan cinta tanah air harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia mengajak generasi muda untuk meneladani semangat Sumpah Pemuda melalui tindakan nyata.
“Mari beramal sholih untuk merawat kebinekaan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan cita-cita bangsa melalui inovasi dan karya. Jadikan semangat ini sebagai amal jariyah yang menginspirasi generasi berikutnya,” tutupnya.
Senada dengan itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menilai bahwa tantangan generasi muda saat ini justru lebih kompleks dibanding masa sebelumnya. “Generasi muda kini menghadapi dinamika global dan derasnya digitalisasi yang mulai menggerus nilai kebangsaan. Karena itu, semangat Sumpah Pemuda harus menjadi pedoman agar Indonesia tetap eksis dan berdaulat,” ujarnya.
Agung menegaskan komitmen LDII dalam membangun pemuda yang profesional religius—memiliki kompetensi tinggi sekaligus berakhlak mulia. “Kami berkomitmen membentuk generasi penerus yang berakhlakul karimah, alim faqih, dan mandiri. Dengan karakter itu, pemuda mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera dan bermartabat di kancah global,” pungkasnya.