Riset Sorgum di Lahan Marginal, Warga LDII Tanah Laut Sabet Juara LKTI Kalsel

Tanah Laut (8/1). Ketua LDII Kabupaten Tanah Laut Anton Kuswoyo, meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berkat inovasi budidaya sorgum di lahan pascatambang batubara. Inovasi tersebut dinilai mampu mengubah lahan rusak menjadi area pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Anton mengembangkan riset budidaya sorgum sejak 2023 dengan fokus pada pemulihan lahan pascatambang yang umumnya bersifat tandus, masam, dan minim unsur hara. Melalui penerapan teknologi pembenah tanah, lahan marginal tersebut berhasil ditanami sorgum secara optimal. “Sorgum memiliki daya adaptasi tinggi di lahan marginal. Dengan perlakuan yang tepat, lahan pascatambang ternyata masih bisa produktif,” ujar Anton.
Hasil riset menunjukkan tanaman sorgum mampu tumbuh subur dan menghasilkan biomassa segar hingga 50 ton per hektare. Selain sebagai pangan alternatif, sorgum juga berpotensi menjadi pakan ternak serta mendukung ketahanan pangan lokal. “Inovasi ini bukan hanya soal tanaman, tetapi solusi pemanfaatan lahan rusak agar kembali bernilai bagi masyarakat,” tambahnya.
Karya tersebut dipresentasikan dalam LKTI 2025 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Dari 58 proposal yang masuk, karya Anton dinilai paling unggul oleh dewan juri dan meraih juara pertama.
Anton berharap hasil risetnya dapat diterapkan secara lebih luas melalui kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan pertambangan, dan akademisi. “Jika dikelola bersama, sorgum bisa menjadi basis ketahanan pangan di wilayah bekas tambang,” katanya.
Sementara itu, Juara 2 LKTI diraih Alorisa Tirta Ardiyati dari Kabupaten Barito Kuala, yang mengangkat inovasi pemanfaatan asap cair sekam padi sebagai pestisida ramah lingkungan.
Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan Dedi Supriatna, mengapresiasi prestasi tersebut. “Ini membuktikan warga LDII tidak hanya fokus pada pembinaan moral, tetapi juga mampu berkontribusi nyata melalui riset dan inovasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Inovasi ini menunjukkan kesiapan warga LDII memberi solusi di bidang pangan dan lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.”
Oleh: Anton Kuswoyo (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
