LDII Hadiri Talkshow Milad BKPRMI ke-48, Bahas Kepemimpinan Daerah Menuju Indonesia Emas

——————–
Manokwari (11/1). Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Papua Barat menghadiri talkshow Milad Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ke-48 yang mengusung tema “Kepemimpinan Daerah sebagai Gerbang Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Fujita, Manokwari, Ahad (19/10/2025) atau bertepatan dengan 26 Rabiul Akhir 1447 H.
Talkshow ini diselenggarakan BKPRMI Papua Barat sebagai bagian dari peringatan milad organisasi. Ketua BKPRMI Papua Barat yang juga Wakil Bupati Manokwari, Mugiono, menjelaskan bahwa peringatan milad kali ini dikemas secara sederhana namun bermakna melalui format talkshow.
“Milad kali ini kami buat dalam bentuk talkshow agar menjadi ruang dialog bagi pemuda dan remaja untuk menyampaikan gagasan, saran, dan masukan dalam mewujudkan Manokwari Emas yang kreatif, mandiri, dan berani berinovasi,” ujarnya dalam sambutan pembuka.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pencapaian Indonesia Emas membutuhkan pembangunan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan teknologi, ekonomi berkelanjutan, serta pemerataan pembangunan wilayah. Menurutnya, semua itu hanya dapat terwujud dengan kepemimpinan yang berintegritas, amanah, memiliki visi-misi jelas, dan berpihak kepada rakyat.
“Seorang kader tidak datang dari langit. Ia harus banyak belajar dan berlatih untuk menjadi tokoh yang siap memimpin,” tegas Hermus. Ia juga menyoroti masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Manokwari sebagai tantangan besar dalam mewujudkan Manokwari Emas. Salah satu penyebabnya adalah pola pikir masyarakat yang masih berorientasi menjadi aparatur sipil negara, padahal banyak sektor lain yang memiliki potensi membuka lapangan kerja baru.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Papua Barat, Suroto, yang turut hadir bersama para tokoh agama dan tokoh pemuda, termasuk remaja Masjid Al-Mubarok yang dipimpin Ridwan Budi Utomo, menegaskan pentingnya proses pembinaan kader secara berkelanjutan.
“Untuk menjadi kader yang siap memimpin, seseorang harus ditempa, dibina, dan diberi tanggung jawab. Seperti filosofi lari estafet, penerima tongkat harus dalam posisi sama-sama berlari, bukan diam apalagi berhenti,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang matang, berkarakter, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
