LDII Jakarta Utara Tutup Tahun dengan Doa Bersama dan Aksi Kemanusiaan

Jakarta (7/1). Dewan Pimpinan Daerah LDII Kota Jakarta Utara menggelar Pengajian Akhir Tahun yang dipusatkan di Masjid Syarif Hidayatullah dan Masjid Al Akbar, Jakarta Utara, Rabu (31/12). Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama dan penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana alam di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera.
Ketua LDII DKI Jakarta Imam Bashori mengapresiasi kepedulian warga LDII Jakarta Utara terhadap korban bencana. “Warga LDII di Jakarta Utara memberi contoh dengan tetap menunjukkan solidaritas kemanusiaan. Tidak hanya di Jakarta, warga LDII di berbagai daerah juga ikut membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.
Kegiatan dikemas secara dinamis untuk menarik partisipasi generasi muda. Acara diawali dengan talkshow interaktif tentang peran pemuda di era digital, dilanjutkan penggalangan dana, games Kahoot, serta pentas seni yang sarat pesan moral.
Ketua LDII Jakarta Utara Pudya Sanjaya menyampaikan terima kasih atas kehadiran pengurus wilayah yang turut memantau jalannya kegiatan. “Di saat banyak orang mengisi malam pergantian tahun di luar, pengurus dan warga LDII justru memilih berkumpul di masjid untuk kegiatan yang lebih bermanfaat,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Dewan Penasehat DPD LDII Jakarta Utara Tri Gunawan yang menilai antusiasme warga, khususnya generasi muda, sebagai wujud nyata kepedulian sosial. “Kami berterima kasih kepada generasi muda dan warga sekitar masjid yang aktif peduli terhadap saudara-saudara kita di Aceh dan wilayah Sumatera,” ucapnya.
Pengajian akhir tahun ini menjadi momentum bagi warga LDII Jakarta Utara untuk menutup pergantian tahun dengan penguatan spiritual sekaligus aksi sosial. Selain doa bersama, panitia membuka donasi kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh LDII tingkat provinsi.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama yang diikuti seluruh peserta sebagai upaya mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, LDII Jakarta Utara berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial terus terjaga serta menjadi bagian dari karakter warga dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh: Cak Aziz01.03 (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
