LDII Kota Kediri Sambut Digitalisasi OPOP Jatim 2025

Kediri (12/1). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri menyambut positif penguatan digitalisasi dalam program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur 2025 sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Hal tersebut disampaikan saat Ketua Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, mengikuti pembukaan OPOP Expo 2025 Jawa Timur secara daring dari Kediri, Kamis (13/11).
Pembukaan OPOP Expo 2025 yang digelar di Atrium Royal Plaza Surabaya itu menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar ekonomi umat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan tiga pilar utama OPOP. “Pesantrenpreneur, santripreneur, dan sosiopreneur harus terus diperkuat agar pesantren mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya melalui tayangan video.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menambahkan, OPOP yang telah memasuki tahun ketujuh perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. “Kami mendorong OPOP melangkah ke digitalisasi, mulai dari pemasaran melalui marketplace hingga sistem pembayaran digital,” katanya.
Menurutnya, program OPOP terbukti meningkatkan kemandirian pesantren. “Jumlah pesantren yang memiliki usaha terus bertambah, produk unggulan meningkat, transaksi naik, bahkan sudah menembus pasar ekspor,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Asyhari Eko Prayitno menyatakan dukungan LDII terhadap penguatan OPOP di Jawa Timur. “LDII mendukung program OPOP yang mendorong pesantren menjadi pilar ekonomi umat. Sinergi dakwah bilmal dan jihad bilhal harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesantren perlu membekali santri dengan ilmu ekonomi selain pendidikan keagamaan. “Melalui program kemandirian LDII, kami siap berkolaborasi memperkuat tiga pilar OPOP agar produk pesantren mampu bersaing di pasar nasional hingga global,” pungkasnya.
Oleh: Yuda Langgeng (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
