LDII Manokwari Rutin Gelar Pengajian Keputrian, Fokus Ibadah dan Akhlak

Manokwari (12/1). LDII Manokwari kembali menggelar Pengajian An-Nissa (keputrian) secara hybrid pada Ahad (2/11/2025), yang diikuti ibu-ibu dan remaja putri di Kota Manokwari dan sekitarnya. Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Mubarok Manokwari, serta diikuti peserta dari Masjid Baitul Izza Manimeri dan Masjid Budi Luhur Kota Bintuni.
Dewan Penasihat LDII Manokwari Abdul Azis, menjelaskan pengajian keputrian menjadi sarana pembinaan spiritual bagi perempuan LDII. “Pengajian An-Nissa rutin digelar untuk memberikan tambahan ilmu dan nasihat agama agar ibu-ibu dan remaja putri siap menjalani kehidupan dengan bekal iman dan akhlak,” ujarnya.
Materi Al-Qur’an disampaikan oleh Ayu Irawan dengan mengangkat QS Al-Isra ayat 78–80 yang menekankan kewajiban sholat lima waktu dan keutamaan sholat tahajud. “Tahajud adalah amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, serta menjauhkan dari perbuatan buruk,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu malam untuk ibadah. “Ibu-ibu sering terbangun di malam hari, namun belum tentu digunakan untuk sholat malam. Ini yang perlu kita biasakan dengan manajemen waktu yang baik,” tambahnya.
Materi berikutnya disampaikan Aisiyah Fauzy Zul Aziza yang membahas hadis tentang istirja’ dan kesabaran saat menghadapi musibah. “Ketika kita sabar atas ujian, termasuk sakit, Allah akan menghapus dosa-dosa kita. Semua itu bentuk kasih sayang-Nya,” tuturnya.
Pengajian ditutup dengan nasihat keagamaan oleh Khumaidi yang menekankan pentingnya penerapan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. “Karakter luhur adalah modal dasar dalam bermasyarakat agar tetap berakhlak dan beradab di tengah kemajuan zaman,” pesannya.
Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap awal bulan ini difokuskan pada peningkatan amalan ibadah, khususnya sholat malam, serta penguatan 29 karakter luhur sebagai bekal akhlak dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui pengajian ini, LDII Manokwari berharap peserta mampu meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat akhlak mulia sebagai pondasi membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
