LDII Purwakarta Meriahkan Fun Walk LDII Jawa Barat

Bandung (12/1). Ribuan warga mengikuti Fun Walk Road to Musyawarah Wilayah (Muswil) IX LDII Jawa Barat yang digelar DPW LDII Jawa Barat di kawasan Balai Kota Bandung, Minggu (2/11). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan diskusi kelompok terarah dan donor darah sebagai bagian dari implementasi gerakan 3K (Karya, Kontribusi, dan Komunikasi).
Ketua DPW LDII Jawa Barat Dicky Harun, mengatakan Fun Walk ini mengangkat tema zero waste dan gaya hidup aktif sebagai respons atas kebiasaan malas bergerak di masyarakat. “Zero waste bukan berarti tidak ada sampah, tetapi sampah dikelola dengan baik. Kami mendorong warga LDII mengelola sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dan konsistensi dalam penerapan menjadi kunci membangun budaya ramah lingkungan. Ia menambahkan, Muswil IX LDII Jawa Barat mendatang juga direncanakan berlangsung secara paperless sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
Dicky menilai antusiasme peserta menunjukkan kesiapan LDII dalam menjalankan gerakan 3K. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program tidak bergantung pada figur. “Di LDII kami bekerja secara sistematis, sehingga siapapun yang terpilih, program akan tetap berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Purwakarta Susilo Agus Budiyono, menyatakan pihaknya siap mengimplementasikan gerakan hidup sehat dan peduli lingkungan di tingkat daerah. “Pesan dari DPW akan kami teruskan kepada warga LDII di Purwakarta. Hidup sehat dan peduli lingkungan harus dimulai dari pribadi dan keluarga,” katanya.
Ia menambahkan, pengurus di tingkat kecamatan dan desa akan didorong menggelar kegiatan serupa secara berkala.
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat Gilang Sailendra, menilai inisiatif LDII relevan dengan tantangan gaya hidup masyarakat saat ini. “Banyak orang tahu pentingnya sehat, tapi tidak bergerak. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengajak masyarakat aktif,” ujarnya.
Oleh: KG Ing Suro (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
