Pelatihan Public Speaking LDII Banten Tekankan Praktik Langsung bagi Generasi Muda

Serang (29/12). DPW LDII Provinsi Banten menggelar Pelatihan Public Speaking bagi generasi muda, di Gedung LDII Banten, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (5/10). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80-an peserta yang merupakan perwakilan DPD LDII se-Banten.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri Wawan Gunawan. Materi disusun secara terstruktur untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik, khususnya agar para peserta mampu menjadi pembawa acara dan komunikator yang efektif.
Sekretaris LDII Banten Kabid Bagaskara yang bertindak sebagai moderator menyampaikan bahwa pelatihan public speaking memiliki peran penting dalam mengasah kualitas komunikasi generasi muda LDII.
Dalam paparannya, Wawan menjelaskan bahwa sebelum tampil di depan umum, seorang pembicara harus memahami dirinya sendiri. Ia menekankan tiga aspek utama yang perlu diperhatikan agar mampu memukau audiens.
“Ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan, yaitu percaya diri (confident), isi materi (content), dan cara penyampaian (delivery). Dengan memahami tiga pilar tersebut, pembicara akan mampu tampil secara berkesinambungan dalam menyajikan materi di hadapan khalayak,” jelas Wawan.
Wawan juga mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan dalam pelatihan hanya mencakup sekitar 10 persen teori, sementara 90 persen lainnya harus diaplikasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Meskipun peserta telah terbiasa dengan gaya lama, pengetahuan baru ini menuntut adanya penyesuaian agar penyampaian materi menjadi lebih baik sesuai prinsip yang diajarkan,” ujarnya.
Selain itu, peserta dibekali teknik menjadi pembicara unggul dengan penggunaan bahasa dan gerak tubuh yang mampu menarik perhatian audiens. Konsep penyampaian juga ditekankan melalui pendekatan why (mengapa), what (apa), dan how (bagaimana). Wawan turut membahas teknik menjadi pembawa acara dengan pengaturan intonasi suara yang tepat, mulai dari tinggi, sedang, hingga rendah.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan ruang praktik langsung. Para peserta dibagi ke dalam kelompok kecil dan diminta memperkenalkan diri. Selanjutnya, perwakilan tiap kelompok ditunjuk sebagai ketua untuk menyampaikan materi hasil diskusi kelompok di hadapan seluruh peserta.
Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada ketua kelompok yang dinilai mampu menyampaikan materi dengan baik, menerapkan konsep why, what, dan how, serta menampilkan intonasi suara dan bahasa tubuh sesuai arahan pemateri.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
