Perjalanan Koesmoko: Dari Lembur hingga Menjadi Juara 1 Guru Berdedikasi SMP PGRI Tingkat Nasional 2025

 

Tak pernah terlintas dalam benak Koesmoko, guru Bahasa Jawa SMP PGRI 1 Buduran, Sidoarjo, bahwa sebuah tugas mendadak akan mengantarkannya pada prestasi tertinggi di tingkat nasional. Undangan mengikuti Lomba Guru Berdedikasi ia terima hanya tiga hari sebelum batas akhir pengumpulan berkas.

Tiga hari—waktu yang sangat singkat untuk menyiapkan ratusan dokumen, mulai dari laporan kinerja, portofolio pembelajaran, dokumentasi kegiatan, hingga foto dan video bukti dedikasi selama tiga tahun terakhir. Di tengah keterbatasan waktu itu, Koesmoko juga harus membagi peran sebagai pendidik, pengurus DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, sekaligus Ketua SAKO SPN Sidoarjo.

Namun ia memilih tidak mengeluh. Dalam benaknya hanya ada satu prinsip sederhana: jika ini amanah, maka harus ditunaikan sebaik mungkin.

Malam-malam Koesmoko berubah menjadi rangkaian lembur tanpa henti. Saat sebagian orang terlelap, ia masih duduk di depan layar komputer, ditemani cahaya monitor dan secangkir kopi. Satu per satu dokumen ia pilah, folder ia susun, file ia edit, dan berkas ia periksa berulang kali hingga dini hari. Semua dikerjakan dengan teliti, bukan demi piala, melainkan demi tanggung jawab pada profesi yang ia cintai.

Kerja keras itu berbuah manis. Saat pengumuman tingkat provinsi disampaikan, namanya keluar sebagai Juara 1 Guru Berdedikasi Jawa Timur. Sebuah capaian yang tak pernah ia rencanakan, apalagi bayangkan.

Namun perjalanan belum usai. Tantangan sesungguhnya justru menanti di tingkat nasional, dengan penilaian yang jauh lebih ketat dan kompetisi dari guru-guru terbaik seluruh Indonesia.

Di fase inilah sisi terdalam perjuangan Koesmoko terlihat. Sebelum melangkah lebih jauh, ia meminta doa restu dari ibunya, saudara-saudaranya, rekan guru, para siswa, serta orang tua dan wali murid. Ia juga memohon dukungan dari pengurus PGRI dan YPLP PGRI. Baginya, doa-doa itu adalah kekuatan yang tak terlihat, yang membuatnya tidak pernah merasa berjalan sendirian.

Dan doa itu benar-benar menyertai langkahnya.

Dengan ketekunan, kesabaran, dan kerja keras tanpa banyak keluh, Koesmoko akhirnya dinyatakan sebagai Juara 1 Guru Berdedikasi SMP PGRI Tingkat Nasional 2025. Sebuah prestasi yang lahir dari proses singkat, tetapi dijalani dengan ketulusan yang panjang.

Bagi Koesmoko, penghargaan ini bukanlah puncak, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Ia menyadari bahwa pengakuan publik justru menuntut konsistensi yang lebih besar dalam pengabdian.

“Alhamdulillah, saya bersyukur mendapatkan penghargaan ini. Namun kesuksesan ini juga merupakan kesuksesan SMP PGRI 1 Buduran. Saya persembahkan kepada seluruh warga almamater sekolah ini. Justru dengan penghargaan ini, saya harus bisa menunjukkan secara konsisten untuk selalu berdedikasi dengan baik, di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi bagaimana pun. Intinya adalah mengabdi dengan baik dan benar untuk mendidik serta mencerdaskan anak-anak bangsa,” ujarnya.

Penghargaan ini bukan sekadar soal gelar atau sertifikat. Ini adalah kisah tentang seorang guru yang tetap melangkah meski waktu terasa sempit, tentang seorang anak yang membawa restu ibunya, dan tentang ketulusan pada profesi yang akhirnya kembali dalam bentuk paling indah.

Koesmoko membuktikan bahwa dedikasi seorang guru—sekecil apa pun langkahnya—selalu memiliki potensi besar untuk menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Oleh: Yusuf Em – R10.1 (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.