Wakil Rektor UIN Maulana Hasanuddin Jadi Pemateri FGD di Gedung LDII Banten, Perkuat Kerukunan Beragama

Serang (30/12). DPW LDII Provinsi Banten menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kementerian Agama Provinsi Banten bekerja sama dengan Balai Litbang Agama Jakarta. Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk mendeteksi dini dan mencegah potensi konflik internal umat beragama.
FGD menghadirkan Wakil Rektor UIN Maulana Hasanuddin Ali Muhtarom sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menyampaikan materi terkait mitigasi dan pencegahan paham ideologi radikalisme, terorisme, dan intoleransi yang berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat.
“Agama hadir untuk membawa kedamaian, jangan sampai agama justru menjadi pemicu konflik,” ujarnya.
Menurut Ali Muhtarom, kegiatan FGD ini menjadi sarana penting untuk menanamkan kembali semangat nasionalisme sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang kini dapat menyusup tanpa disadari seiring perkembangan teknologi.
“Semoga kita semua terbebas dari pengaruh paham yang radikal, sehingga dapat bersama-sama mencapai kemakmuran. Tanpa disadari, pengaruh itu bisa saja ada di sekitar kita, karena itu sosialisasi ini menjadi momen penting untuk menanamkan kembali rasa cinta tanah air,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Balai Litbang Agama Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Banten dalam pelaksanaan FGD tersebut. Menurutnya, upaya pencegahan terorisme dan ekstremisme tidak bisa hanya dibebankan kepada aparatur negara, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda lintas agama.
“Kami di kampus tidak bisa bekerja sendiri. Banten ini memiliki lebih dari 12,63 juta jiwa penduduk. Tanpa dukungan pemuka agama dan masyarakat, upaya pencegahan akan sulit berhasil. Karena itu, kami mengajak semua pihak, termasuk keluarga besar LDII Banten, untuk bersama-sama menjaga diri dari paparan ekstremisme,” tegasnya.
Sementara itu, moderator FGD yang juga Sekretaris DPW LDII Banten Kabid Bagaskara menyimpulkan pentingnya sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita sebagai umat Islam harus mampu berdampingan dengan semua agama, karena silaturahmi tidak terbatas hanya kepada sesama umat Islam,” ujarnya.
FGD tersebut diikuti tokoh agama lintas keyakinan, akademisi, dan aktivis sosial. Melalui dialog yang intensif, kegiatan ini menghasilkan kesepahaman dan komitmen bersama untuk memperkuat kohesi sosial serta menjaga harmoni kehidupan beragama di Provinsi Banten.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
