Bentengi Pemuda dari Pengaruh Negatif di Malam Pergantian Tahun, LDII Maros Helat Pengajian

 

Maros (14/1). DPD LDII Kabupaten Maros menggelar Pengajian Akhir Tahun 2025 pada Selasa (31/12/2025). Kegiatan tersebut diikuti ratusan remaja LDII dari seluruh PC dan PAC se-Kabupaten Maros sebagai upaya mengarahkan generasi muda agar mengisi pergantian tahun dengan aktivitas yang bernilai positif.

Ketua DPD LDII Kabupaten Maros, Ibnu Rusyd, menjelaskan, pengajian akhir tahun menjadi wadah pembinaan generasi muda agar malam pergantian tahun tidak diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Ia menilai momen tersebut tepat dimanfaatkan untuk muhasabah dan penguatan nilai keagamaan. “Pengajian akhir tahun ini merupakan bagian dari pembinaan karakter generasi muda agar pergantian tahun menjadi momentum introspeksi dan penguatan nilai keimanan,” ujar Ibnu Rusyd.

Pengajian akhir tahun dilaksanakan terpusat di dua lokasi, yakni Masjid Sabillul Muttaqin LDII Kabupaten Maros dan pelataran masjid. Kegiatan ini mengusung tema Malam Kekompakan Pengajian Generus Akhir Tahun (Moment). 

Dewan Penasihat DPD LDII Maros, Agus Pujiono, dalam tausiyahnya mengajak peserta untuk mensyukuri kesempatan dapat menjumpai akhir tahun 2025. Menurutnya, rasa syukur merupakan fondasi ketenangan hidup dan harus diwujudkan dalam sikap sehari-hari. “Bersyukur adalah kunci ketenangan hidup. Masih diberi kesempatan menjumpai akhir tahun merupakan nikmat besar yang patut kita syukuri,” tuturnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang makna pergantian tahun dari sudut pandang Islam. Ustaz Syaifullah menekankan pentingnya introspeksi diri setiap pergantian waktu. Ia mengingatkan agar setiap tahun menjadi pemicu peningkatan kualitas iman dan pengamalan.
“Tidaklah datang suatu tahun, kecuali tahun yang akan datang itu lebih buruk dari tahun sebelumnya. Karena itu kita perlu terus meningkatkan kualitas iman dan pengamalan sehari-hari,” ucapnya.

Kegiatan pengajian akhir tahun ini turut dirangkai dengan penampilan atraksi silat dari Persinas Asad serta kegiatan masak bersama. Menurut panitia, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kreativitas, kekompakan, dan kebersamaan peserta.

Ibnu Rusyd menambahkan, kegiatan masak bersama merupakan implementasi dari 29 Karakter Luhur LDII, khususnya nilai kekompakan dan kerja sama. Ia menilai aktivitas tersebut efektif melatih peserta untuk berpikir kreatif, saling membantu, dan menghindari sikap egois. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan dan kerja sama yang kuat sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.

 

Oleh: Agusp 04.01 Maros (contributor) / Fredi (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.