LDII Kabupaten Serang dan Cilegon Dorong Pendidikan Karakter Melalui Festival Anak Sholeh

Serang (14/1). Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Unggul LDII Kabupaten Serang dan LDII Kota Cilegon menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) 2025 di GSG DPD LDII Kabupaten Serang dan Gedung LDII Banten, Minggu (21/12). Kegiatan bertema “Pesta Bakat dan Semangat Generasi Hebat” ini menjadi ajang evaluasi perkembangan pendidikan generasi penerus LDII yang menargetkan peserta usia PAUD, SD, dan SMP.
 
Ketua Panitia FAS 2025, Sigit Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari TPQ LDII di wilayah Kabupaten Serang dan Cilegon. Ia menyebut antusiasme peserta dan dukungan orang tua meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Terdapat beragam cabang perlombaan, di antaranya adzan-ikomah, mewarnai, hafalan Al-Qur’an, pildacil, mars 29 karakter, tata rias (MUA), kabaret, short movie, serta lomba cerdas cermat.
 
Pembina PPG Insan Unggul, Dawud Nurhasan, menilai FAS berkembang menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda LDII. Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggara menjaga kualitas kegiatan. “FAS bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembiasaan moral anak. Kami ingin peserta memahami adab, kemandirian, dan disiplin yang menjadi fondasi perjalanan mereka sebagai generasi penerus,” ujarnya.
 
Dawud menjelaskan bahwa 29 karakter generus LDII disusun untuk membentuk akhlak dan kompetensi masa depan. Karakter seperti jujur, rukun, kerja keras, cerdas, dan bertanggung jawab perlu ditanamkan sejak dini. “Kompetisi ini hanya pintu awal. Yang lebih penting adalah bagaimana orang tua dan pendidik mengokohkan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
 
Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara, memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaraan FAS 2025. Ia menyebut kegiatan tersebut bagian dari strategi LDII dalam membina generasi yang siap menghadapi perubahan sosial. “LDII melihat pendidikan karakter sebagai investasi jangka panjang. FAS mengajarkan anak berkompetisi sehat, belajar dengan gembira, dan mencintai Al-Qur’an,” katanya.
 
Kabid menambahkan, generasi unggul tidak hanya dibentuk oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh stabilitas mental, kemampuan bekerja sama, dan kemauan memperbaiki diri. “Generasi unggul tidak hanya dibentuk oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh stabilitas mental, kemampuan bekerja sama, dan kemauan memperbaiki diri. Karena itu, LDII terus mendorong TPQ dan para guru pembina untuk menciptakan pola pendidikan yang sehat dan lingkungan belajar yang kondusif. LDII berkomitmen memperkuat ekosistem ini,” pungkasnya.

 

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.