Penasihat LDII Purwakarta Ajak Warga LDII Syukuri Nikmat dan Jaga Iman dari Godaan Dunia

Purwakarta (15/1). Seusai pelaksanaan salat Jumat di Masjid Nurridwan, Ciseureuh, Purwakarta, Penasihat PC LDII Kecamatan Purwakarta, Kiai Mustofa menyampaikan nasihat bertema “Menjaga Iman dan Mensyukuri Nikmat Allah”.

Dalam tausiyahnya, Mustofa menekankan pentingnya sikap syukur sebagai kunci bertambahnya nikmat dan keberkahan hidup. Ia menukil firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7 sebagai landasan utama.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah SWT. “Syukur itu bukan hanya di lisan, tetapi dibuktikan dengan amal saleh, ketaatan, dan keistiqamahan dalam beribadah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mustofa mengingatkan bahwa iman seseorang bersifat dinamis, bisa naik dan turun. “Iman akan bertambah dengan ketaatan dan amal kebaikan, namun dapat menurun ketika seseorang lalai atau terlalu mencintai dunia,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk senantiasa menjaga keimanan dengan memperbanyak dzikir, melaksanakan salat berjamaah, serta menjaga hati dari sifat sombong dan tamak.

Dalam nasihatnya, Mustofa juga menukil kisah Ts’alabah bin Hatib Al-Anshari, sahabat Rasulullah SAW yang awalnya dikenal rajin beribadah, namun tergelincir setelah mendapatkan kekayaan. Ts’alabah pernah memohon kepada Rasulullah agar didoakan menjadi kaya. Meskipun Rasulullah sempat menasihatinya agar bersyukur dengan rezeki yang sedikit namun penuh berkah, permintaan tersebut akhirnya dikabulkan.

Namun setelah hartanya melimpah, Ts’alabah mulai lalai dalam ibadah dan enggan menunaikan zakat. Peristiwa tersebut kemudian menjadi pelajaran yang diabadikan dalam Surat At-Taubah ayat 75–77.

“Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah: ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya, pasti kami akan bersedekah dan termasuk orang-orang yang saleh.’ Namun setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling. Maka Allah menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka sampai hari mereka menemui-Nya, karena mereka mengingkari janji kepada Allah dan karena mereka berdusta.” (QS. At-Taubah: 75–77)

Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa harta merupakan salah satu ujian terbesar bagi umat Islam. “Setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi)

Nasihat ba’da Jumat tersebut ditutup dengan doa agar seluruh jamaah senantiasa diberi keistiqamahan, kelapangan hati, serta kekuatan untuk terus bersyukur dan menjaga iman dalam setiap keadaan.

 

Oleh: KG Ing Suro (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.