Pengajian Akhir Tahun Remaja LDII Digelar Serentak di Surabaya

 

Surabaya (14/1). Remaja Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Surabaya menggelar Pengajian Akhir Tahun pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 di 10 titik lokasi sebagai upaya mengajak generasi muda mengisi momentum pergantian tahun dengan kegiatan yang positif dan bernilai ibadah.

Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Tomi, mengatakan pengajian akhir tahun menjadi sarana pembinaan sekaligus alternatif positif bagi remaja saat pergantian tahun. “Pengajian ini kami adakan agar remaja memiliki kegiatan yang bermanfaat dan positif di penghujung tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan remaja perlu dilakukan secara berkelanjutan. “Kegiatan ini bukan sekadar mengisi malam tahun baru, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang agar remaja memiliki benteng diri yang kuat,” katanya.

Menurut salah satu pembina, Nur Fuad, pengemasan kegiatan yang menarik menjadi kunci keberhasilan pembinaan. “Pendekatan yang sesuai dengan dunia remaja membuat mereka merasa nyaman dan pesan pembinaan lebih mudah diterima,” ujarnya.

Sementara itu, Jordan, salah satu peserta, mengaku merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. “Saya merasa lebih tenang mengisi malam tahun baru dengan pengajian,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi konsep kegiatan yang diselingi kebersamaan. “Ada games dan kegiatan bersama, jadi tetap seru tapi bermanfaat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di sejumlah TPQ, yakni TPQ Nurul Haq, Sabilul Muttaqin, Al-Ikhwan, Baitil Jannah, Al-Farid, Miftahul Jannah, Baitur Rohman, Nashrullah, Sabilurrosyidin, dan Baitul Izza. Seluruh kegiatan dikemas secara kondusif dan disesuaikan dengan karakter remaja di masing-masing wilayah.

Salah satu kegiatan berlangsung di TPQ At-Taqwa Wonokusumo, Kecamatan Semampir, yang diikuti 101 peserta. Di lokasi ini, pengajian dikemas dengan konsep “NEXT” (Ngaji Ekstra Akhir Tahun) agar lebih dekat dengan dunia remaja.Melalui pengajian akhir tahun ini, Remaja LDII Surabaya berharap generasi muda terbiasa mengisi waktu dengan kegiatan positif serta memiliki lingkungan pergaulan yang sehat dan berkelanjutan.

Oleh: Yessy Septiani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.