Persinas Asad Purwakarta Berpartisipasi dalam MUNAS VI Nasional

 

Purwakara (14/1). Pengurus Persinas Asad Kabupaten Purwakarta mengikuti Musyawarah Nasional (MUNAS) VI Persinas Asad 2026 secara daring dari Studio Mini Nurridwan, Ciseureuh, Kamis (8/1). Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk partisipasi dalam agenda nasional organisasi.

Ketua Umum PB Persinas Asad Agus Susarso mengatakan MUNAS VI menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi. “Selama berada dalam pembinaan IPSI, Persinas Asad telah menumbuhkan nilai kependekaran, kesatria, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan perkembangan organisasi yang kini telah memiliki kepengurusan di 37 provinsi. “Persinas Asad terus berkembang. Beberapa wilayah masih dalam tahap persiapan pembinaan dan penguatan fasilitas,” katanya.

Menurut Agus, pendataan dan pembinaan perguruan silat lokal perlu mendapat perhatian serius. “Perguruan kecil memiliki potensi besar sebagai benteng budaya. Jika dikelola dengan baik, dapat mencegah konflik dan memperkuat persatuan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, PB Persinas Asad meresmikan Padepokan PB Persinas Asad di Pondok Gede. “Padepokan ini menjadi rumah besar para pendekar, tempat latihan bersama dan musyawarah,” tegasnya.

MUNAS VI Persinas Asad 2026 diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persinas Asad di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta, dan dirangkaikan dengan peresmian Kantor PB Persinas Asad yang berlokasi di kompleks Padepokan Persinas Asad.

Mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur”, MUNAS VI menegaskan komitmen Persinas Asad dalam membina pesilat yang berprestasi sekaligus menjunjung nilai budaya, sportivitas, dan akhlak mulia.MUNAS VI Persinas Asad 2026 diikuti dari 344 titik daring di tingkat nasional hingga internasional. Dari Purwakarta, kegiatan diikuti Ketua Pengkab Persinas Asad Arif Apriyanto, Sekretaris Yuda Rihal Firdaus, serta jajaran pembina dan pengurus bidang organisasi, pendidikan dan pelatihan, pembinaan prestasi, wasit dan juri, serta lembaga ilmu seni beladiri.

Oleh: KG Ing Suro (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.