Hadiri Dialog Kemensos di Kediri, LDII Dukung Perintisan Sekolah Rakyat

Kediri (16/1). Ketua Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, mewakili Karang Taruna Kota Kediri menghadiri dialog bertajuk “Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat” bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Balai Pelatihan Kompetensi ASN Kabupaten Kediri, Jumat (10/10).
Dalam kunjungannya, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul itu berdialog langsung dengan pendidik, orang tua siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri, serta para pilar sosial dari Kota dan Kabupaten Kediri. Ia menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat di Kediri merupakan salah satu dari 63 titik perintisan yang telah berjalan sejak 14 Juli 2025.
“Ini salah satu dari 63 titik yang sudah mulai belajar sejak 14 Juli 2025. Alhamdulillah, hampir tiga bulan berjalan, semua lancar. Di awal memang ada sedikit dinamika, tapi kini anak-anak sudah nyaman dan aktif mengikuti pembelajaran,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, para siswa Sekolah Rakyat berasal dari berbagai latar belakang dan saat ini tengah beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama. “Mereka ini anak-anak istimewa dari berbagai lingkungan. Karena sistemnya berasrama, tentu perlu waktu untuk menyesuaikan diri,” imbuhnya.
Gus Ipul juga mengapresiasi peran seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga wali asuh. “Terima kasih atas kerja keras semua pihak, sehingga pelaksanaan sekolah rintisan di Kabupaten Kediri berjalan sangat baik,” ucapnya.
Ke depan, ia berharap tersedia gedung baru agar Sekolah Rakyat dapat menampung lebih banyak siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA. Saat ini, Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri baru membuka jenjang SMA. Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan wali asuh dalam membimbing siswa agar lebih percaya diri dan berani mengambil keputusan.
“Harapannya anak-anak SR ini tulus, perfeksionis, visioner, dan harmonis,” harapnya.
Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membantu keluarga yang belum tersentuh pembangunan pendidikan. “Data BPS menunjukkan lebih dari 4 juta anak usia sekolah tidak bersekolah atau berisiko putus sekolah. Presiden ingin menjangkau mereka,” tegasnya.
Senada dengan itu, Asyhari Eko Prayitno menyatakan dukungan terhadap program perintisan Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang terkendala biaya dan wilayah tempat tinggal. “Langkah ini penting agar mutu pendidikan tetap terjaga sehingga Sekolah Rakyat hadir untuk menghidupkan cita-cita bangsa. Siapa tahu, dari sini lahir seorang presiden,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir secara instan, melainkan melalui penataan hati, pikiran, rasa, dan tindakan. Hal tersebut sejalan dengan prinsip Tri Sukses yang terus dicanangkan LDII, yakni berakhlakul karimah, alim fakih, dan mandiri.
Menurutnya, investasi mental merupakan kebutuhan mendasar dalam pendidikan karakter berbasis akhlakul karimah sebagai kunci membangun karakter bangsa yang lebih baik. “LDII ikut hadir dalam pembangunan karakter pemuda. Kami memiliki 29 karakter luhur generasi bangsa yang selalu kami instruksikan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Oleh: Yuda Langgeng (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
