Tangerang (15/1). PC LDII Pinang bersama PC LDII Karang Tengah mengadakan talkshow bertajuk “Manajemen Stress 2025” di GSG Masjid Baiturrosyid, Kunciran Pinang, Tangerang, Banten, Minggu (12/10). Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan remaja dan muda-mudi berusia 18 tahun ke atas ini bertujuan meningkatkan kesadaran pengelolaan stres di tengah tingginya tuntutan akademik dan sosial.
Acara dibuka oleh Ketua PC LDII Pinang, Karnadi, yang menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam mengelola tekanan mental. “Melalui kegiatan ini, kita berharap muda-mudi dapat menjadi generasi yang sehat secara fisik dan mental, serta mampu menjadi support system bagi teman sebaya,” ujarnya.
Materi talkshow disampaikan oleh Nia Soewardi, yang mengulas penyebab stres serta teknik pengelolaannya, mulai dari latihan pernapasan hingga meneladani kesabaran Nabi Yaqub saat menghadapi cobaan hidup.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan stres juga perlu didukung dengan lingkungan sosial yang sehat. “Salah satunya, saya menyarankan agar para peserta memperluas pertemanan dan jaringan hubungan sosial sebagai upaya menjaga ketenangan hati dan menghindari stres,” tutur Nia.
Pada sesi berikutnya, Ustadz Irwan Jainurdin menjelaskan bahwa stres yang mencakup rasa gelisah (hammi) dan rasa sedih (hazan) bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari fitrah manusia. Ia mengajak peserta menenangkan hati melalui doa, zikir, kesabaran, serta ketulusan dalam menerima takdir.
Ustadz Irwan berharap pendekatan tersebut dapat membangun keimanan dan ketenangan hati para remaja. “Kami berharap para remaja mampu memiliki keimanan yang kokoh, ketenangan hati, dan kebijaksanaan dalam menghadapi persoalan hidup. Ketenangan tidak datang dari hilangnya masalah, tetapi dari kemampuan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT,” tuturnya.