Lintas Sektor di Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi
——————–

Tangerang (16/1). Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui BPBD di halaman eks Kantor Bupati Tangerang, Jalan Pahlawan, Rabu (5/11). Apel ini bertujuan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat meningkatnya curah hujan.
Dalam arahannya, Bupati Tangerang menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Bencana adalah urusan bersama. Tidak bisa dibebankan hanya kepada satu instansi saja,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat, serta mengingatkan agar ego sektoral dihilangkan demi keselamatan warga.
Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Bupati menyampaikan empat instruksi strategis. Pertama, mengaktifkan kembali seluruh pos siaga bencana dan memastikan kesiapan personel serta peralatan. “Siapkan personel yang kompeten dan siaga 24 jam. Jangan sampai saat bencana datang, alat tidak berfungsi atau personel tidak ada di tempat,” tegasnya.
Kedua, seluruh camat diminta segera menggelar apel kesiapsiagaan di wilayah masing-masing dan memetakan titik rawan bencana serta jalur evakuasi. Ketiga, Bupati menekankan pentingnya mitigasi sebagai budaya dengan mewajibkan simulasi bencana minimal satu kali dalam setahun. Keempat, ia menginstruksikan agar dukungan anggaran penanggulangan bencana dipastikan tersedia, termasuk Belanja Tidak Terduga untuk tanggap darurat. “Jangan sampai penanganan korban terhambat karena alasan ketiadaan dana,” ujarnya.
Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang menyatakan kesiapan pihaknya mendukung upaya kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut. “Kami siap bersinergi dan berharap kondisi tetap aman. Namun jika bencana terjadi, kita semua harus sudah siap menghadapinya,” katanya. Ia menambahkan bahwa Senkom terus memetakan titik rawan bencana serta mengedukasi masyarakat melalui tempat ibadah dan lembaga sosial.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
