Tangerang (15/1). Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang turut hadir dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui BPBD di halaman ex Kantor Bupati Tangerang, Rabu (5/11/2025). Apel dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar, Dinas PUPR, serta organisasi kemasyarakatan seperti ORARI, RAPI, PMI, Relawan KSBK Inggramui, dan Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang sesuai undangan Sekda Tangerang Nomor 000.1.5/431 tanggal 5/11/2025.
Dalam amanatnya, Bupati Tangerang menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dibebankan pada satu instansi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI/Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat guna membangun kesiapsiagaan yang kuat.
Bupati juga mengingatkan bahwa ancaman bencana dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari curah hujan tinggi, kondisi aliran sungai, hingga aktivitas manusia yang kurang menjaga lingkungan. Untuk itu, ia mengeluarkan empat instruksi strategis dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Pertama, aktifkan kembali seluruh pos siaga bencana dan pastikan seluruh peralatan berfungsi serta personel siaga 24 jam. Kedua, saya meminta seluruh kepala distrik segera menggelar apel kesiapsiagaan di wilayah masing-masing dan memetakan titik rawan serta jalur evakuasi. Ketiga, jadikan mitigasi sebagai budaya dengan melaksanakan simulasi bencana minimal sekali dalam setahun. Keempat, pastikan dukungan anggaran penanggulangan bencana memadai, termasuk melalui BTT yang dikelola TAPD, Bappeda, dan BPKAD,” tegas Bupati.
Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang, Fauzan, yang hadir bersama sejumlah personelnya, menyatakan komitmen Senkom dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Ia menuturkan bahwa Senkom terus melakukan pemetaan titik rawan bencana serta memberikan edukasi kepada masyarakat melalui lembaga sosial dan tempat ibadah.
“Kami berharap keadaan tetap aman dan Tangerang dijauhkan dari bencana. Namun bila bencana datang, kita harus memastikan seluruh unsur sudah siap menghadapinya,” ujarnya.