Jelang Musda VII, LDII Kediri Silaturahmi dengan Wali Kota

 

Kediri (16/1). Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VII, DPD LDII Kota Kediri melakukan silaturahmi ke Rumah Dinas Wali Kota Kediri, Kamis (11/12). Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, untuk meminta kesediaan Wali Kota Kediri, Vinanda, membuka Musda VII LDII Kota Kediri pada 17 Desember 2025.

Wali Kota Vinanda menyatakan kesiapannya membuka Musda tersebut dan mengapresiasi kontribusi LDII dalam pembangunan Kota Kediri. Ia menilai peran LDII selama ini terlihat dalam bidang kesehatan, kerukunan, dan pendidikan. “LDII memiliki kontribusi nyata, mulai dari posyandu, peran aktif di FKUB, hingga pendidikan. Ini contoh yang baik dan perlu dipertahankan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Vinanda juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Kota Kediri, antara lain kemiskinan, persoalan sampah, dan ancaman narkotika bagi generasi muda. “Masalah sampah menjadi tantangan besar. Produksi sampah di Kota Kediri bisa mencapai sekitar 150 ton per hari, sehingga perlu kerja sama semua pihak,” katanya.

Ia menambahkan, meski tingkat kriminalitas relatif rendah, kasus narkotika masih menjadi perhatian serius. “Narkotika menjadi tantangan besar karena banyak melibatkan generasi muda. Ini menyangkut masa depan Kota Kediri,” ujarnya.

Vinanda berharap LDII dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung program pembangunan, termasuk penguatan peran Bandara Dhoho dan upaya menjadikan Kediri sebagai kota pendidikan yang mapan. “Saya berharap LDII bisa terus mendukung dan bersinergi dengan pemerintah kota,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Agung Riyanto menyampaikan komitmen LDII untuk mendukung program pemerintah daerah melalui delapan bidang pengabdian LDII. “Musda VII ini menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat program, salah satunya Eco Pesantren,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai bentuk kepedulian lingkungan, LDII akan mengganti karangan bunga ucapan Musda dengan bibit tanaman yang akan ditanam kembali setelah acara. “Selain mengurangi sampah, ini menjadi bagian dari komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara LDII dan Pemerintah Kota Kediri dalam menghadapi berbagai isu strategis dan pembangunan daerah.

 

Oleh: Yuda Langgeng (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.