Cendekiawan Muslim Ahmad Ali Lakukan Riset di LDII Sulawesi Tengah

Palu (20/1). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Tengah menerima kunjungan dari  Cendekiawan Muda NU, Dr. Ahmad Ali pada Minggu (19/01). ?Kunjungan Ahmad Ali ke Sulawesi Tengah merupakan bagian krusial dari proses penulisan buku ketiga yang berjudul: “Nasionalisme dan peran dakwah LDII di Indonesia”.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Ahmad Ali, melakukan observasi dan riset lanjutan dalam upaya mendalami keragaman model pendidikan Islam di Indonesia. Kehadiran sosok yang dikenal sebagai Dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, sekaligus Anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Banten ini disambut hangat oleh jajaran pengurus wilayah dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan.

?Dalam risetnya, Dr. Ahmad Ali menyoroti bagaimana LDII mengimplementasikan konsep pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter (character building) yang terukur melalui indikator Tri Sukses: Alim-Faqih, Berakhlakul Karimah, dan Mandiri. ?Sebagai seorang akademisi dan praktisi fatwa, Dr. Ahmad Ali menilai penting bagi publik untuk melihat bagaimana ormas Islam mengelola sistem pendidikannya di era modern.

Kunjungan Dr. Ahmad Ali ke Sulawesi Selatan ini merupakan rangkaian aktivitas riset guna mendapat data yang valid dan reliabel. Sebelumnya, Dr. Ahmad Ali juga sudah berkunjung ke berbagai kantor LDII di Indonesia, seperti kunjungan ke Makassar pada September 2025 lalu, dan kunjungan ke Lampung pada Desember lalu.

Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah, Zulkifli Lasamai menyambut positif langkah objektif yang diambil oleh Dr. Ahmad Ali. Zulkifli memberikan selamat kepada Ahmad Ali yang sebelumnya sudah sukses menerbitkan buku berjudul “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII: Dari Amal Saleh Hingga Kemandirian”.

Lebih lanjut, Zulkifli menilai Kunjungan ini sebagai jembatan penting dalam membangun Ukhuwah Islamiyah dan pemahaman antar-ormas melalui kacamata akademis yang sehat. “Semakin banyak literatur positif, akan lebih mudah mewujudkan ukhuwah islamiyah yang solid. Kami menunggu karya-karya Dr. Ahmad Ali dan cendekiawan lainnya,”ungkapnya.

 

Oleh: Ramadhan – S27HAN – palu – 01.13 (contributor) / Thifla Thuwaffa Isqy (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.