Festival Keluarga LDII Papua Barat Tekankan Pembentukan Generasi Cerdas dan Berkarakter di Era Digital

Manokwari (21/1). Ibu-ibu yang tergabung dalam Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) LDII Papua Barat mengikuti webinar nasional bertajuk “Digital Cermat, Gizi Tepat, Modal Keluarga Hebat” dalam rangka Festival Keluarga LDII 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh DPP LDII secara hybrid dari Grand Ballroom Minhaajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta, dan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan LDII Papua Barat yang mengikuti secara daring melalui Studio Mini Masjid Al-Mubarok Fanindi, Manokwari.
Kegiatan dibuka oleh Pengurus Yayasan Minhajurrosyiddin, Abdul Syukur, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kepandaian dan karakter. Menurutnya, kecerdasan tanpa karakter tidak akan memberikan manfaat yang optimal dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembukaan selanjutnya disampaikan Ketua DPP LDII Sudarsono, yang mengingatkan adanya pergeseran besar di era digital yang harus diantisipasi oleh keluarga. Ia menekankan pentingnya membangun keluarga sehat, bebas stunting, dan siap menghadapi bonus demografi emas 2045. Menurutnya, pengasuhan yang sehat, baik dari sisi literasi digital maupun pemenuhan gizi, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi cerdas, sehat, dan berkarakter.
Materi literasi digital disampaikan Rangga Adi Nugroho dari Kementerian Komunikasi Digital. Ia menjelaskan empat pilar literasi digital, yakni cakap digital, etika digital, aman digital, dan budaya digital. Ia menegaskan bahwa orang tua harus menjadi teladan sekaligus pendamping bagi anak dalam aktivitas sehari-hari, khususnya dalam penggunaan perangkat digital.
Sementara itu, materi pencegahan stunting disampaikan oleh Yuni Zahraini dari Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ia mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak serta menghindari konsumsi makanan instan. Menurutnya, konsumsi produk lokal berupa buah dan sayuran segar tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung perekonomian nasional.
Materi penutup disampaikan Retno Wijayanti dari Ikatan Istri Dokter Indonesia yang membahas pentingnya pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Ia menjelaskan bahwa pangan lokal lebih segar, mudah diakses, terjangkau, serta mendukung ketahanan pangan dan petani lokal. “Pada dasarnya pangan lokal seimbang kaya nutrisi, kuncinya adalah teknik masak yang sehat, porsi seimbang, dan bahan lokal penuh gizi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya strategi gizi seimbang dengan konsep empat J, yaitu jenis, jumlah, jadwal, dan jurus masak. Selain itu, porsi makan dianjurkan mengikuti prinsip gizi seimbang, yakni setengah piring berisi sayuran, seperempat protein, dan seperempat karbohidrat.
Ketua LDII Papua Barat Suroto yang mendampingi ibu-ibu Biro PPKK menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan keluarga hebat yang cerdas digital, sehat bergizi, dan berkarakter luhur. Ia mengingatkan bahwa banyak makanan bergizi dengan harga terjangkau yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga. Selain itu, ia juga mengimbau orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak, mengatur jadwal jajan, serta membiasakan anak membaca komposisi dan masa kedaluwarsa produk makanan.
Melalui kegiatan ini, LDII berharap para ibu semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang tangguh, sehat, dan berkarakter luhur sebagai fondasi lahirnya generasi unggul di era digital.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
