LDII Bandar Lampung Bekali Generus Putri Bijak Bermedia Sosial

Bandar Lampung (20/1). DPD LDII Kota Bandar Lampung melalui Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) menggelar workshop literasi digital bagi generasi penerus (generus) putri di Masjid Hisbullah, Labuhan Dalam, Minggu (26/10). Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 peserta dari jenjang SMP hingga SMA.
 
Workshop bertema “Bijak Bersosial Media, Kreatif Berkarya, Cerdas Beretika” tersebut menjadi upaya LDII membekali generasi muda muslimah agar mampu memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab, sekaligus menjaga nilai adab dan akhlak di ruang digital.
 
Anggota PPKK DPD LDII Kota Bandar Lampung, Tanti Darwati, mengapresiasi antusiasme peserta dan menekankan pentingnya menjaga perilaku perempuan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di media sosial. “Media sosial adalah bagian dari kehidupan. Karena itu, adab, etika, dan tutur kata harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan dampak negatif,” ujarnya.
 
Materi literasi digital disampaikan Amalia Fajrin Rahmadini, yang mengajak peserta bersikap kritis dalam menerima informasi serta menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai kebaikan. Menurutnya, kemampuan memilah informasi menjadi bekal penting bagi generasi muda di era digital.
 
“Gunakan media sosial sebagai ladang amal kebaikan. Sampaikan kebaikan, inspirasi, dan nilai-nilai yang membangun. Jadikan setiap unggahan kita bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
 
Sementara itu, Kissisina Umahdi, menyoroti pentingnya kreativitas yang berlandaskan etika. Ia mendorong peserta untuk berani berkarya melalui konten positif tanpa mengabaikan norma dan nilai keislaman.
 
“Berkarya di media sosial bukan sekadar eksis, tapi bagaimana kita bisa memberi dampak baik. Kreatif boleh, tapi jangan kehilangan adab. Etika tetap menjadi batas yang harus dijaga,” ujar Kissisina.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan konten bertema 29 Karakter Luhur, sebagai bentuk penerapan langsung materi yang telah diterima. Para peserta mempresentasikan hasil karya mereka dalam suasana kolaboratif dan edukatif.

 

Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.