LDII Perkuat Peran Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme lewat FGD Polda Lampung

Bandar Lampung (20/1). Pengurus LDII Provinsi Lampung mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Radikalisme terhadap Kaum Perempuan yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Lampung di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Senin (27/10).
 
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta perempuan dari berbagai organisasi wanita tersebut menjadi wadah penguatan peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga dan lingkungan dari pengaruh paham radikal dan intoleran.
 
FGD bertema “Penanggulangan Radikalisme terhadap Kaum Perempuan” ini menghadirkan narasumber akademisi Prof. Abdul Syukur, Siti Mariamah, dan Meilani Indra Dewi, yang memaparkan strategi pencegahan radikalisme berbasis edukasi, ketahanan sosial, dan penguatan nilai kebangsaan.
 
Direktur Binmas Polda Lampung Kombes Pol V. Thirdy Hadmiarso menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membentengi keluarga dari paham ekstremisme.
 
“Pencegahan radikalisme harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kaum perempuan memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang menyimpang dari nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
 
Perwakilan LDII Provinsi Lampung Agriyanti Komalasari, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai forum FGD sebagai langkah nyata memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat.
 
“Kami dari LDII Lampung sangat mendukung kegiatan ini. Perempuan memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga keluarga dan lingkungan dari pengaruh negatif paham radikal. LDII terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam pembinaan akhlak, wawasan kebangsaan, serta penguatan moderasi beragama,” ungkap Agriyanti.
 
Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus diperluas guna menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat di Provinsi Lampung. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, sehingga tercipta sinergi dalam menjaga kondusivitas dan kedamaian di Provinsi Lampung,” pungkasnya.

 

 

Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.