Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Jadi Tema Pengajian Umum LDII Nabire Barat
Nabire (22/1). Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Distrik Nabire Barat menggelar pengajian umum bertema Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Masjid Al Mansurin, Jalan Poros Nabire–Wanggar, Kampung Kalisemen, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (22/12). Kegiatan ini bertujuan menguatkan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di tengah tantangan zaman.
Pemateri pertama, Muhammad Ansori, menyampaikan tafsir Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 110. Ia menegaskan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar merupakan ciri utama umat terbaik sebagaimana diperintahkan Allah SWT.
“Allah memerintahkan umat Islam untuk menjadi umat terbaik dengan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dan memperkuat keimanan. Pelaksanaannya harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, dan lingkungan terdekat,” jelas Ansori di hadapan warga.
Sementara itu, Dewan Penasihat LDII Kabupaten Nabire, Nasirun, mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah. Menurutnya, rasa syukur dan pemahaman agama yang kuat menjadi benteng utama menghadapi berbagai cobaan akhir zaman.
“Menjaga kefahaman agama itu penting agar kita tidak mudah terpengaruh oleh godaan. Ada beberapa kebiasaan yang perlu kita rawat, seperti hobi mengaji, gemar mendengarkan nasihat, bergaul dengan orang-orang baik, tertib mengikuti kegiatan positif, serta ikhlas menjalani aturan agama,” ujar Nasirun.
Pengajian tersebut diikuti warga LDII dari wilayah PAC LDII Nabire Barat dan PAC LDII Bumi Mulia. Hadir pula Wakil Ketua DPW LDII Papua Tengah Gunawan Santoso, Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire Pawiro, serta Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Papua Tengah Wahyudi Utomo.
Melalui pengajian umum ini, PC LDII Nabire Barat berharap warga semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai amar ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan bermasyarakat. Penguatan iman dan akhlak tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia di Kabupaten Nabire. (Arbi/LINES)
Oleh: Afid Mukmin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
