Bersama Ketum, LDII Sulsel Diskusikan Program Kerja dan Kontribusi untuk Masyarakat

Makassar (21/1). engurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menjemput Ketua Umum DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (25/12/2025) malam.
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro bersama jajaran pengurus harian turut hadir dalam penjemputan tersebut. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro memakaikan songkok recca kepada Ketua Umum DPP LDII.
“Aspek budaya lokal adalah bagian penting dalam memperkuat ukhuwah dan kebersamaan. LDII selalu menghargai nilai-nilai kearifan daerah tempat kami mengabdi,” ujar Asdar Mattiro di sela kegiatan penjemputan.
Kedatangan Ketua Umum DPP LDII ini merupakan bagian dari rangkaian agenda konsolidasi organisasi LDII se-Sulawesi Selatan, sekaligus momentum penyampaian arah strategis organisasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang direncanakan berlangsung pada April 2026. Konsolidasi tersebut akan digelar selama tiga hari, 26–28 Desember 2025, di Kabupaten Luwu.
Dalam sesi wawancara, Chriswanto Santoso menegaskan bahwa Munas X LDII tidak sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi.
“Di dalam organisasi, evaluasi itu wajib. Namun kali ini kami ingin evaluasi yang lebih terbuka, tidak hanya dari internal pemegang mandat, tetapi juga dari pihak luar, khususnya media,” tegasnya.
Menurut Chriswanto, keterlibatan media menjadi penting karena memiliki sudut pandang yang objektif dan kritis. “Media bisa memberikan masukan yang jujur dan konstruktif agar LDII ke depan menjadi organisasi yang semakin baik dan profesional,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program kerja LDII agar lebih membumi dan realistis. Chriswanto memaparkan lima prinsip utama penyusunan program kerja ke depan.
“Pertama, program harus meningkatkan kualitas hidup warga LDII dan masyarakat umum. Kedua, harus selaras dan bersinergi dengan program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden RI. Ketiga, program harus realistis sesuai kemampuan organisasi. Keempat, membangun sinergi dengan berbagai pihak. Kelima, seluruh program harus berorientasi pada kemanfaatan,” paparnya.
“Kita mengusung prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” imbuhnya. Isu lingkungan hidup menjadi salah satu fokus utama LDII dalam program kerja mendatang. Chriswanto menyebut bahwa dakwah ekologis telah lama menjadi bagian dari gerakan LDII.
“Ketika bencana terjadi, LDII tidak hanya hadir saat tanggap darurat. Kami juga mendampingi masyarakat hingga tahap pascabencana karena dampaknya itu jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, LDII akan merumuskan pola baku penanganan bencana mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana sebagai program prioritas organisasi.
Selain lingkungan, LDII juga memberi perhatian serius pada ketahanan pangan nasional. Chriswanto menyoroti keberhasilan pengembangan sorgum bersertifikat yang telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian. “Sorgum ini salah satu solusi kemandirian pangan nasional. Kita ingin mengurangi ketergantungan pada produk pangan dari luar,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Chriswanto menegaskan bahwa program kerja LDII tahun 2026 tetap mengacu pada delapan klaster pengabdian LDII. Empat klaster pertama wajib dijalankan di seluruh daerah, sementara klaster lainnya disesuaikan dengan potensi wilayah.
“Saya melihat Sulawesi Selatan punya potensi besar. SDM-nya kuat, akademisinya banyak. Hampir semua klaster pengabdian bisa dijalankan di sini,” pungkasnya.
Oleh: Ilmaddin Husain (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
