LDII Pemanggilan Gelar Pengajian Akbar Bersama MUI Natar, Perkuat Dakwah dan Pembinaan Karakter

Lampung Selatan (22/1). Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, menggelar pengajian rutin akbar di Masjid Yayasan Nurul Huda Lampung, Minggu (27/10). Kegiatan ini bertujuan memperkuat dakwah Islam sekaligus membina karakter warga agar berakhlakul karimah dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Karsono, dilanjutkan tausiah agama yang disampaikan Eko Ismanto dan Nur Cahyo. Materi kajian menitikberatkan pada keteladanan akhlak Rasulullah SAW, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta pengamalan 29 Karakter Luhur LDII dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pengajian rutin seperti ini, kami berharap warga LDII dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta menjadi pribadi yang jujur, amanah, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Eko Ismanto dalam tausiahnya.
Selain sebagai sarana peningkatan pemahaman keagamaan, pengajian akbar ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarwarga. Kegiatan tersebut selaras dengan pelaksanaan 8 Klaster Pengabdian LDII, khususnya di bidang dakwah, pendidikan, dan kebangsaan.
Ketua PAC LDII Pemanggilan, Setiarso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara. Ia menegaskan bahwa pengajian rutin merupakan program strategis dalam pembinaan karakter warga.
“Kami berterima kasih atas kehadiran tokoh agama, MUI, dan masyarakat. Semoga pengajian ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah serta membentuk generasi yang berilmu, beretika, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Pengajian akbar tersebut dihadiri berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pra-remaja, remaja, hingga dewasa, baik putra maupun putri. Turut hadir Kepala Dusun Serbajadi II, Muhammad Gholibin, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Natar, yakni Iswanto, (Bidang Dakwah) dan Sutarmo, (Bidang Humas), sebagai bentuk sinergi antara LDII, MUI, dan unsur pemerintahan desa. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta ajakan menjaga persatuan umat di tengah keberagaman.
Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
