Pemuda LDII Kota Kediri Ikuti LDK KNPI, Siapkan Generasi Pemimpin Berkarakter

Kediri (22/1). Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri turut berpartisipasi dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Kediri, Selasa (23/12). Kegiatan ini menjadi sarana pembekalan kepemimpinan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan politik di masa depan.

Kepala Bidang Pemuda Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Aris, menilai kegiatan pembinaan kepemudaan seperti LDK memiliki peran strategis dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan.

“Salah satu tips agar pemuda bisa menjadi pemimpin visioner adalah dengan membuat peta hidup jangka panjang. Tuliskan target-target yang ingin dicapai agar hidup memiliki arah dan tujuan yang jelas,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, sehingga kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berbicara atau popularitas. “Kepemimpinan sejati bukan soal retorika, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Aktivis yang akrab disapa Bung Ibad itu juga menekankan pentingnya keseimbangan antara literasi teknologi dan kepekaan sosial. Menurutnya, pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan kemanusiaan dan kebencanaan yang kerap terjadi di berbagai daerah.

DPD KNPI Kota Kediri menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Yudi Ayubchan, praktisi hukum dan pendidikan, mengulas keterkaitan antara politik, hukum, dan kepemimpinan, sementara Sudirman, seorang entrepreneur, memberikan pembekalan tentang kemandirian ekonomi serta pemanfaatan media sosial.

Dalam materinya, Yudi Ayubchan menyoroti besarnya peran pemuda dalam sejarah bangsa sekaligus tantangan representasi pemuda saat ini. “Sejarah lahirnya NKRI tidak lepas dari peran pemuda, seperti Sumpah Pemuda. Namun saat ini, keterwakilan pemuda di DPR RI masih sangat kecil, hanya sekitar 4,3 persen yang berusia di bawah 30 tahun,” ungkapnya.

Meski demikian, Yudi menilai pengaruh pemuda dalam proses politik nasional sangat besar. “Sekitar 40 hingga 50 persen pemilih di Indonesia adalah generasi muda. Pertanyaannya, apakah kita ingin menjadi inovator kebijakan atau hanya alat politik,” tegasnya.

Ia mendorong pemuda untuk berani terlibat dalam dunia kebijakan publik dan menjadi agent of change dengan membangun kompetensi, memperluas jejaring, serta aktif menyuarakan gagasan di ruang publik.

Salah satu peserta LDK dari Pemuda LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng Asadullah, menilai kegiatan tersebut relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. “Pembentukan karakter unggul adalah pondasi utama. Ibarat rumah, jika pondasinya kuat maka tidak mudah roboh,” ujarnya.

Menurut Yuda, keterampilan teknis dan akademik harus berjalan seiring dengan integritas, etika, dan visi hidup yang jelas. “Karakter unggul menjadi bekal penting, baik di dunia usaha maupun politik. Pesan pemateri menegaskan bahwa visi yang matang akan membuat rencana masa depan lebih terarah dan mudah diwujudkan,” pungkasnya.

LDK yang mengusung tema “Membentuk Pemimpin Visioner dan Berkarakter Unggul” tersebut digelar di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dan diikuti pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) se-Kota Kediri.

Oleh: Yuda Langgeng (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.