Sinergi LDII dan Dinkes Parepare Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Pengajian dan Cek Kesehatan Gratis
Parepare (22/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Parepare bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare menggelar pengajian umum yang dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Masjid Nurul Hikmah LDII Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (21/12).
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Kepala Puskesmas Lompoe, Haerul, hadir memberikan apresiasi atas inisiatif LDII Kota Parepare. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke lapisan masyarakat bawah.
“Langkah yang dilakukan LDII ini sangat positif. Mereka proaktif membantu pemerintah dalam pemerataan layanan kesehatan kepada masyarakat. Ini bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi,” ujar Haerul.
Menurutnya, layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi medis dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini, bukan hanya berobat ketika sudah sakit.
Selain aspek kesehatan, Haerul juga menyoroti metode pengajian LDII yang dinilainya edukatif dan sistematis. Ia mengapresiasi kajian Al-Qur’an yang disampaikan secara bertahap dan ayat per ayat sehingga mudah dipahami oleh jamaah.
“Saya tertarik dengan pola pengajian yang diterapkan LDII. Penyampaian materi keagamaan yang terstruktur seperti ini sangat membangun pemahaman umat. Ke depan, saya berharap bisa ikut terlibat dalam kegiatan serupa,” tuturnya.
Sementara itu, panitia kegiatan menyampaikan bahwa pengajian umum yang dirangkai dengan cek kesehatan gratis merupakan upaya LDII dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang menyatukan penguatan iman dan kepedulian kesehatan, LDII berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup warga Parepare secara menyeluruh.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui deteksi dini penyakit, sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan keagamaan dan pemerintah daerah ini mendapat sambutan positif dari warga yang antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis.
Oleh: Ilmaddin Husain (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
